Antisipasi Teroris, Palopo Siagakan Kring Mobile

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, LUWU — Tertangkapnya salah seorang terduga teroris Senin kemarin di Desa Tomoni Kecamatan Tomoni Kabupaten Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan, kewaspadaan semakin ditingkatkan Polri. Salah satu instruksi Kapolri, Tito Karnavian, yakni memanfaatkan program sinergitas masyarakat dan aparat kepolisian dalam memberantas teroris, diantaranya program Kring Mobile.

Kapolres Palopo, AKBP Taswin SH SIk, sendiri, mengaku telah mengintruksikan kepada seluruh personilnya untuk siaga terutama Polsek yang ada di wilayah yang berbatasan langsung dengan kabupaten.

“Kring mobile adalah program pelayanan ke masyarakat bukan hanya tindak kriminalitas yang sifatnya umum, tetapi semua gangguan kamtibmas termasuk ancaman terorisme,” kata Taswin, Selasa, 14 Agustus 2018.

Sebenarnya, masih kata dia, dirinya tidak perlu terlalu jauh menanggapi jaringan teroris Santoso yang dibekuk di Lutim, sebab sudah ada Polda yang menangani kasus tersebut.

Namun, selaku penegak hukum, tetap yang menjaga wilayah hukum Palopo, selalu aman dan kondusif, menghimbau kepada masyarakat untuk tidak panik. “Polisi selalu ada untuk masyarakat,” tegasnya.

Polres Lutra

Terpisah, Kapolres Lutra AKBP Boy FS Samola tak mau jauh menanggapi soal penangkapan teroris di Lutim beberapa waktu lalu. Ia lebih memilih “no comment” soal penanganan teroris yang dilakukan di wilayah kerjanya.

“Soal teroris no comment, pasal ada perintah dari pusat, dan juga ada yang menangani. Jadi minta maaf saya tidak bisa komentar soal teroris,” pungkasnya saat dimintai tanggapan, Selasa 14 Agustus 2018.

Hal yang sama juga disampaikan Kapolres Luwu Timur, AKBP Leonardo Panji Wahyudi yang belum mau memberikan tanggapan.

Empat Ditangkap

Sebelumnya tiga terduga teroris ditangkap pasukan khusus Anti Teror Densus 88 di Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur, Jumat pagi 10 Agustus 2018, sekira pukul 07:00 Wita.

Ketiganya diduga memiliki hubungan saudara dengan Abu Uswad (terduga teroris yang ditembak mati di Makasar pada tahun 2013).

Menyusul lagi, seorang terduga teroris kembali diciduk Densus 88 Antiteror di Desa Tomoni, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur sekira, Senin 13 Agustus 2018, pukul 07:45 Wita. Ia disinyalir adalah jaringan teroris Santoso. (ded-jun/palopopos/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...