Mantan Ketua PMII Dikeroyok di Palopo, Begini Kondisinya

FAJAR.CO.ID, PALOPO - Kasus penganiayaan terhadap aktivis terulang lagi. Jika sebelumnya seorang aktivis perempuan bernama Yertin Ratu dibusur di Lapangan Pancasila, kini penganiayaan dengan sasaran aktivis terjadi lagi di Kota Idaman ini.

Sasaran kali ini adalah Wahyuddin Djafar yang dianiaya Selasa, 14 Agustus kemarin, terjadi di Jl Anggrek, Kecamatan Wara, Kota Palopo, sekira pukul, 00.30 Wita, dini hari.

Wahyuddin Djafar yang juga mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu, diduga dikeroyok dua pemuda, satu jam setelah dari Polres Palopo melapor kasus pengancaman pembunuhan yang dialaminya.

“Iya, korban sempat diancam orang tak dikenal atau OTK hendak dibunuh. Makanya, dia (Wahyuddin) terpaksa melapor ke Polres. Akan tetapi setelah pulang melapor Wahyuddin malah dikeroyok,” cerita seorang rekan korban yang enggan dikorankan namanya di Mapoles Palopo.

Akibat pengeroyokan tersebut, Wahyuddin mengalami luka sobek di bagian kepala dan bagian tubuh lainnya.

Puluhan rekan-rekan korban menyambangi Polres tepatnya dibagian Sat Reskrim Polres Palopo mendesak agar pelaku penganiayaan segera ditangkap.

“Kedatangan kami sebagai bentuk solidaritas sekaligus untuk mengawal kasus tersebut hingga tuntas,” kata sejumlah rekan korban.

Kapolres Palopo AKBP Taswin melalui Kasat Reskrim Polres Palopo, AKP Ardy Yusuf membenarkan adanya penganiayaan terhadap oknum aktivis. Dari keterangan sejumlah saksi yang sudah diambil keterangannya menyebutkan, korban dikeroyok di dalam rumah salah seorang rekannya. “Pelakunya sudah diamankan. Itu setelah beberapa jam terjadi penganiayaan,” kata Ardy Yusuf.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Sonny Wakhyono


Comment

Loading...