Menteri Tjahjo Kaget Tandatangannya Diperjualbelikan Anak Buahnya Seharga Rp10 Juta

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengaku terkejut saat mengetahui tanda tangannya disalahgunakan oleh anak buahnya. Tjahjo menyebut surat yang ia tandatangani perihal pengangkatan SKPD diperjualbelikan oleh anak buahnya dengan harga Rp10 juta.”Saya sudah tiga tahun 10 bulan di Kemendagri, saya menandatangani satu SKPD. Waktu itu saya teken 514 Kabupaten/Kota. Baru dua hari lalu, bahwa teken saya per kabupaten itu dijual Rp 10 juta. Tiga tahun nggak tahu, saya kaget, udah pensiun orangnya,” ungkap Tjahjo dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (15/8).Tapi, tak hanya perihal itu. Tjahjo juga mengaku dirinya malu terhadap Ketua KPK Agus Rahardjo yang juga hadir dalam acara konferensi pers Tim Nasional Pencegahan Korupsi. Sebabnya, ternyata banyak bawahannya yang memiliki integritas rendah.”Tantangan yang kami hadapi khususnya Kemendagri, kami juga malu dengan Ketua KPK. Ini rendahnya komitmen dan integritas,” ungkap Tjahjo.”Bayangkan satu hari Ketua KPK mendampingi pernyataan komitmen dan integritas pemimpin daerah besoknya OTT KPK. Seluruh Gubernur, Bupati, Wali Kota jam 15.15 dikumpulkan Presiden Jokowi di Istana Negara jam 17.30 kepala daerah di OTT di dekat Istana. Ini komitmen membuat sedih,” imbuhnya.Tjahjo juga menyebut kalau modus korupsi yang ditangani internal Kemendagri pada tahun 2016-2017 tidak menurun. Tetapi, tidak juga meningkat meski dirinya telah menggandeng lembaga antirasuah untuk melakukan pencegahan.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Sonny Wakhyono


Comment

Loading...