Niat Pasang Jaring, Hamdan Malah Tewas Tenggelam

Rabu, 15 Agustus 2018 - 13:07 WIB

FAJAR.CO.ID, SIDRAP — Niat untuk memasang jaring ikan di tepi sungai harus dibayar dengan nyawa. Nasib nahas itu  menimpa Hamdan bin Lasakka (32), warga Dusun II Uloe Desa Botto, Kecamatan Pitu Riase Kabupaten Sidrap. Hamda yang akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa, Selasa malam (14/08/2018).

Pemuda bujangan ini, ditemukan oleh warga setempat setelah jasadnya mengapung di sungai Irigasi di Dusun Pallae Desa Bila, kecamatan Dua Pitue, tak jauh dari belakang rumah ipar korban, sekitar pukul 18.30 Wita.

Kronologisnya, sebelum ditemukan tidak bernyawa, korban Hamda awalnya turun ke kolam yang berada di kolom rumah Lamasse (Ipar Korban) di Dusun II Pallae untuk memasang perangkap ikan menggunakan jaring.

Waktu itu menunjukkan pukul 17.30 wita. Namun, satu jam kemudian ipar korban bernama Lamasse merasa heran karena usai Salat Magrib hingga Isya korban belum naik-naik juga.

Hingga kabar ini disampaikan kepada keluarga lain dan warga sekitar termasuk kaka kandung korban bernama Ladie, namun informasi juga belum ada kabarnya. Semua orang yang ditanyai oleh Lamasse hanya menggelengkan kepala tidak mengetahui keberadaan Hamda. Kecurigaan keluarga mulai terkuak setelah sandal dan peralatan pribadi seperti HP milik korban berada di tepi sungai.

Kasus hilangnya Hamda ini dilaporkan kepada Polsek Dua Pitu dan Polsek Pitu Riase. Tak berselang lama anggota polisi turun melakukan pencarian. Hingga akhirnya jasad korban ditemukan mengapung tidak jauh dari rumah Lamasse dan dievakuasi ke Puskesmas. Kapolsek Dua Pitu IPTU Ramli Kamran, SH dikonfirmasi membenarkan peristiwa penemuan mayat di sungai irigasi Bila.

“Hasil visum menyebut tidak ada tanda-tanda kekerasan ditubuh korban. Kemungkinan besar kecurigaan kami dan keluarganya, korban terpeleset jatuh kesungai yang agak dalam,”ungkap Ramli, Rabu (15/08/2018).

Namun, meski pihak keluarga korban menerima kematian Hamda sebagai musibah, tetapi penyidik Polsek tetap melidik kasus temuan mayat ini.

“Korban sudah disemayamkan dirumah dan hari ini juga akan dikebumikan di Uloe desa Botto. Keluarga korban sudah menerima kematian Hamda karena ini musibah, tapi tetap kita lidik ini,”tandasnya. (Ady/bkm/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.