PKB Membela, Lukman Edy: Mungkin Pak Mahfud Masih Emosi

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Aksi buka-bukaan terkait nama Cawapres Jokowi yang dilakukan oleh Mahfud MD di salah satu acara talkshow di televisi swasta mengagetkan publik. Pasalnya, dalam keterangan Mahfud MD, ada keterlibatan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin, Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin yang menjadi dirinya gagal menjadi Cawapres Jokowi.

Dalah keterangan itu, Mahfud MD mengakui Ma’ruf Amin yang meminta agar semua kader NU menolak Mahfud MD sebagai cawapres Jokowi karena dia bukanlah kader NU, dan NU akan meninggalkan Jokowi bila wakilnya bukan dari NU.

Tidak terima dengan keterangan Mahfud MD, politisi PKB Muhammad Lukman Edy mengatakan, keterangan yang disampaikan oleh Mahfud MD itu baru sebagian dan bagian lain yang tidak diketahuinya belum diceritakan secara utuh. Bahkan, sikap Mahfud MD itu terlihat dirinya masih emosi karena tidak dipilih.

“Saya kira Pak Mahfud baru cerita sebagian dari yang dia ketahui, sebahagian dari yang dia tidak ketahui terutama yang tidak dia ketahui kan dia tidak ceritakan. Kita hormati apa yang terjadi, ya mungkin Pak Mahfud masih emosi,” kata Lukman Edy kepada awak media, Rabu (15/8).

Tak hanya itu, Lukman Edy juga menambhakan, pernyataan legowo yang disampaikan oleh Mahfud MD itu tak sejalan dengan sikapnya yang masih terlihat nendang sana-nendang sini. Untuk itu, politisi asal Riau ini menyarankan agar semua pihak menunggu sikap Mahfud MD beberapa minggu ke depan

“Walaupun dikatakan legowo, tapi masih nendang sana nendang ke mari, ya jadi, emosi itu masih ada. Kita tunggulah minggu-minggu ke depan, saya kira suasana akan berbeda ketika semua sudah berjalan dengan baik, pasti nanti akan adem,” ujarnya.

Mantan Calon Gubernur Riau itu melanjutkan, berdasarkan apa yang dikatakan oleh Cak Imin di media-media massa, Cak Imin tetap mengakui Mahfud MD sebagai keluarga besar PKB dan NU, dan itu terbukti dengan rekomendasi PKB kepada Mahfud MD menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi.

“Ya Cak Imin kan sudah rilis juga dengan media, pasca pertemuan dengan Pak Mahfud, bahwa Cak Imin mengatakan Pak Mahfud itu adalah kelurga besar, karena memang faktanya kan seperti itu. Kemudian Pak Mahfud itu keluarga besar PKB. Pak Mahfud dulu menjadi Ketua Mahkamah Konsititusi, menjadi Anggota Hakim Konstitusi itu dulu diusulkan oleh Fraksi PKB,” jelasnya.

Dikatakan Lukman Edy, keterangan yang disampaikan oleh Mahfud MD soal nama-nama yang mengerucut itu tidak sesuai dengan yang didapatkan oleh PKB pada tanggal 9 Agustus kemarin, karena ada nama-nama yang menguat dari Ketua-Ketua Umum Partai seperti Cak Imin dan Airlangga Hartarto.

“Nah, kalau kemudian kita mendapatkan informasi yang berbeda, ya seperti yang dirasakan oleh Pak Mahfud kita menyatakan bahwa tanggal 9 itu kita merasa tidak mengerucut ya, bias kembali calon calon Wapres Pak Jokowi itu. Bahkan nama-nama lain yang beredar dua Ketum yang mulai dipertimbangkan kembali oleh Pak Jokowi, Muhaimin dan Airlangga, itu beredar di internal kita. Kemudian nama-nama lain Pak Moeldoko menguat, Pak Chairul Tanjung bahkan menguat,” pungkasnya. (Aiy/Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...