Siswi SMK Tewas Saat Gugurkan Kandungan, Pacarnya Jadi Tersangka


Kapolsek Kubutambahan AKP Made Mustiada mengatakan, penetapan tersangka terhadap KP ini dilakukan setelah hasil toksikologi dan hasil tes DNA dari pihak forensik RSUP Sanglah Denpasar, diterima oleh polisi.”KP ditetapkan sebagai tersangka karena terpenuhinya unsur pidana yang ada, sesuai dengan pasal tentang menggugurkan kandungan hingga menyebabkan kematian atas persetujuan wanita itu (KS),” jelasnya saat ditemui Rabu (15/8).AKP Mustiada menyebut, KP menyandang status sebagai tersangka sejak tiga minggu yang lalu. Sejak ditetapkan tersangka, KP tidak ditahan. Pasalnya selama menjalani pemeriksaan KP disebut sangat kooperaif. Kini, polisi akan segera menyerahkan berkas pemeriksaan kepada kejaksaan.Sementara KP saat ditemui di Mapolres Buleleng mengaku sangat terkejut dengan ditetapkan dirinya sebagai tersangka. Sebab, ia mengaku hanya mengantarkan KS ke sebuah apotek untuk membeli obat, yang dia pun juga tahu jika obat itu digunakan untuk menggugurkan kandungan.”Kaget juga (tersangka, Red). Karena saya hanya mengantarkan untuk beli obat itu. Saya sempat ajak menikah tapi dia tidak mau karena takut sama orangtuanya. Akhirnya dia minum obat penggugur kandungan,” akunya singkat.Diberitakan sebelumnya,  KS merupakan warga asal Desa Musi, Kecamatan Gerokgak, Buleleng ditemukan oleh kekasihnya sendiri tewas di dalam kamar kos yang terletak di Banjar Kuta Banding, Desa/Kecamatan Kubutambahan, Buleleng pada Minggu (27/5) lalu. Di dalam kamarnya, polisi menemukan beberapa butir obat yang diduga digunakan oleh KS untuk mengugurkan kandungannya.

Komentar

Loading...