Tak Ada Anggaran Untuk Napi Melahirkan, Pemprov Sulsel Turun Tangan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Ada berbagai maslah yang dihadapi narapidana khusus wanita saat menjalani hukumannya. Terutama bagi narapidana yang hamil atau akan melahirkan.

Pasalnya, menurut Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Sulsel, Imam Suyuti, jika tidak ada anggaran khusus yang disiapkan untuk penanganan napi wanita yang hamil dan akan melahirkan. Kondisi itu berada di Lapas Wanita yang ada di Kabupaten Gowa.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenhumkam) Sulsel akan melakukan kerjasama. Penandatanganan MoU akan dilakukan
Jumat (17/8) bersamaan penyerahan remisi bagi narapidana.

Penjabat Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono mengatakan, ada masalah yang dihadapi pihak Lapas Wanita Sungguminasa. Terutama penanganan narapidana yang hamil dan akan melahirkan.

“Memang tidak mudah menangani wanita, ada yang berat, seperti yang hamil dan harus melahirkan. Sementara pihak Kanwil Kemenhumkam tidak tersedia anggaran khusus untuk tahanan yang melahirkan dan tidak memiliki keluarga,” kata Soni.

Dia menyebutkan pihaknya akan menyiapkan layanan persalinan bagi napi. Ini akan memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada di Pemprov, seperti beberapa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Rumah Sakit Ibu dan Anak Pertiwi.

“Lapas punya masalah tidak ada fasilitas, kita punya dan asa anggaran bantuan. Makanya kita hubungkan lewat MoU, kita Gagas hari ini. Ini model pertama di Indonesia bisa jadi pilot project. Jika dilaporkan ke Menteri dan diterapkan di seluruh Indonesia,” jelasnya. (rhm/bkm/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment