Warga Binaan Dalangi Pembakaran di Makassar, Lapas Makassar Bentuk Tim Khusus

Rabu, 15 Agustus 2018 15:58
Warga Binaan Dalangi Pembakaran di Makassar, Lapas Makassar Bentuk Tim Khusus

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Lapas Kelas IA Makassar turut mendalami kasus kebakaran yang menewaskan satu keluarga. Pasalnya, otak pelakunya diduga adalah Akbar Daeng Ampu, 32, yang masih berstatus sebagai warga binaan. Sebagai tindak lanjut, Lapas Makassar membetuk tim khusus.”Kami bentuk tim untuk melakukan pemeriksaan, pendalaman terhadap Akbar dan Ilham dalam kasus pembakaran itu,” jelas Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1A Makassar Budi Sarwono saat ditemui di kantornya, Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Rabu (15/8).Tim beranggotakan sejumlah sipir lapas. Mereka melakukan pemeriksaan peran dan sepak terjang Akbar dan Ilham dalam kasus itu. Namun karena Akbar dan Ilham masih dalam proses penyidikan kepolisian, pihak lapas belum leluasa melakukan pemeriksaan.”Sementara kami akan koordinasi, karena keduanya masih ditangani pihak polrestabes. Saya juga sudah perintahkan anggota untuk koordinasi ke sana,” terangnya.Budi menambahkan, pembentukan tim khusus internal merupakan kali pertama. Kondisi ini perlu perhatian khusus agar dikemudian hari petugas tak lalai dalam melalukan pengawasan hingga pengamanan seluruh warga binaan. “Kalau sudah ada keduanya, langsung kami jalankan tim ini,” tegas Budi.Selain tim khusus, Lapas Makassar juga sudah menyiapkan ruang isolasi bagi Akbar dan Ilham. “Kami akan lakukan isolasi. Paling tidak pengasingan, karena yang bersangkutan sudah melanggar tata tertib di dalam Lapas,” tandas Budi.Seperti diketahui, kebakaran terjadi di Jalan Tinumbu Lorong 166B, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Insiden menewaskan enam orang yang masih satu keluarga. Adalah pasangan suami-istri Sanusi, 70, dan Bondeng, 65. Kemudian anaknya, Musdalifa, 30, Fahri, 24, dan Namira, 24. Kemudian Hijas yang masih berusia 2,5 tahun.Akbar diduga menjadi otak terjadinya kebakaran tersebut. Dari dalam Lapas, Akbar bersama Andi Muhammad Ilham mengontrol empat anggotanya untuk melakukan pembakaran. Adapun komunikasi di antaranya mereka dilakukan menggunakan handphone.(rul/JPC)

Bagikan berita ini:
5
10
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar