Halangi Warga Pasang Bendera Merah-Putih, Pengelola Kalibata City Dipolisikan

Jumat, 17 Agustus 2018 - 19:32 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-  Sebuah video menggegerkan jagat maya belum lama ini. Video itu memperlihatkan warga yang bermukim di Apartemen Kalibata City, Jakarta, tengah beradu mulut dengan pengelola Apartemen.

Pihak pengelola dituding menghalangi warga menaikkan bendera merah putih untuk memperingati HUT RI.

Sikap arogan pengelola Apartemen Kalibata City ini, diadukan ke kepolisian oleh komunitas Warga Apartemen Kalibata City. Mereka mendatangi  Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Jumat (18/8) sore.

Ketua Komunitas Warga Apartemen Kalibata City Sandi Edison mengatakan, peristiwa  bermula ketika  Nyimas (40) warga di Tower Damar lantai 12 CF memasang bendera merah putih di balkon, untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 73, Kamis (16/8) sekitar pukul 13.30 WIB.

Namun, setelah pemasangn itu tiba-tiba Building Supervisor bernama Hari yang didampingi seorang sekuriti bernama Agung mendatangi unit Nyimas. “Saat itu kebetulan yang berada di dalam unit adalah ibu dari ibu Nyimas, yang umurnya sudah 75 tahun,” ujar Sandi Edison di Mapolda Metro Jaya.

Kedatangan Hari dan Agung tersebut, meminta kepada penghuni unit agar menurunkan bendera merah putih yang sudah terpasang. Menurut Hari dan Agung, hal tersebut tidak sesuai estetika. ‘’Ibu atau orangtua Nyimas ini mengaku akan membukanya sendiri, namun oknum Hari dan Agung ini memaksa masuk dan langsung menuju balkon, lalu melepaskan bendera, serta melipatnya dan memberikannya ke orangtua Nyimas dan pergi,’’ jelasnya.

Tidak terima dengan perlakukan itu, Nyimas yang mendapati cerita tersebut langsung melakukan protes keras kepada Kepala Sekuriti Sandi. ‘’Ibu Nyimas yang melakukan protes sambil memvideokan dan langsung memviralkannya. Lalu warga lain yang mengalami hal yang sama berkumpul dan berencana melaporkan ini ke polisi. Makanya kami sekarang datang ke Polda untuk berkonsultasi dan melaporkannya,’’ pungkasnya. (AF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.