Polisi Cari Wanita Muda yang Tipu PKL Pakai Uang Palsu

  • Bagikan
FAJAR.CO.ID, SAMARINDA- Di dunia ini, ternyata masih banyak saja orang yang tidak pandang bulu dalam melakukan kecurangan. Orang susah pun mereka korbankan. Salah satunya menimpa Anwar Effendi (73), seorang pedagang kaki lima (PKL) kue keroncong yang berdagang di sekitar kampus Universitas Mulawarman (Unmul), tepatnya di depan kampus Fakultas Kedokteran.Belum hilang letih yang dirasakan Anwar. Dia berjalan dengan membopong alat mengolah kue yang juga tempat berdagang. Jaraknya cukup jauh. Dari kediamannya di Jalan Gelatik, Samarinda Utara. Anwar harus merugi. Karena ternyata kue keroncong yang dibeli menggunakan uang palsu lembaran Rp 100 ribu. Akibatnya, kakek yang sudah renta ini harus merugi hingga Rp 80 ribuMeski bisa menahan kecewa, peristiwa yang dialaminya kemarin pagi (18/8) itu, tak dapat menyembuyikan kegetiran hati Anwar. Wajah kakek yang seharusnya sudah bisa menikmati hidup di susia senjanya itu, tetap meluapkan emosi yang mendalam.Kepada Sapos, Anwar berkata, sebelum mengetahui jika uang Rp100 ribu yang ia terima adalah palsu, awalnya dia melayani beberapa pelanggan yang kebanyakan mahasiswa, sekitar pukul 10.00 Wita. Usai beberapa pembeli, tak berselang lama, ia kedatangan seorang pembeli wanita mengunakan sepeda motor.“Saya tidak tahu pasti apa merek motornya. Begitu turun langsung meminta dibungkuskan kue seharga Rp 20 ribu,” kata Anwar.Menrima permintaan itu, dengan cekatan Anwar memasak kue keroncong sebanyak 10 biji. Harga per bijinya Rp 2 ribu. Selang tak berapa lama dan kue pun siap untuk diserahkan, dengan cepat Anwar membungkus kue dan menyerahkannya kepada pembeli wanita tersebut.Nah, saat itulah kecurangan terjadi. Wanita itu menyerahlan uang Rp 100 ribu. Artinya Anwar harus mengembalikan uang senilai Rp 80 ribu kepada pembeli tersebut.

  • Bagikan