202 Ribu Benih Lobster Gagal Diselundupkan

FAJAR.CO.ID, INHIL – Sekitar 202.500 ekor benih lobster berusia sekitar 8 hari gagal diselundukakan. Ungkap kasus dilakukan di Jalan Lintas Kotabaru, Kecamatan Keritang, Kabupaten Inhil, Riau, Senin (20/8) kemarin sekitar pukul 03.00 WIB.

Kapolres Inhil AKBP Cristian Rony Putra mengatakan, upaya penyelundupan digagalkan aparat Polsek Keritang. Sebanyak empat pelaku yang masih satu keluarga diamankan.

Mereka adalah Zainal Arifin, 50, dan anaknya, Afdilla Riandi Syadun, 22. Keduanya tercatat sebagai warga Kelurahan Pasir Putih, Kota Jambi. Kemudian Maryanto, 45, warga Kecamatan Jambi Luar Kota Putih, Jambi, dan Radhiyatul Hayat, 38, warga Kelurahan Rantau Panjang, Kecamatan Tabir Jambi.

“Tersangka Mar dan RH perannya sebagai sopir yang membawa bibit menuju pelabuhan untuk selanjutnya dikirim ke Singapura,” ujar Cristian dalam keterangannya, Selasa (21/8).

Diduga, benih-benih lobster berasal dari wilayah pesisir Barat Pulau Sumatera. Yaitu antara Provinsi Lampung atau Bengkulu. “Kalau dilihat umurnya hampir 8 hari. Karena sudah mulai keruh warna di badannya. Kemungkinan besar benih lobster ini berasal dari Lampung atau Bengkulu,” sambung Kepala Pusat Karantina Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan Riza Priyatna di Pekanbaru.

Setelah dari Riau, lobster akan dibawa ke Singapura via Batam dengan menggunakan speedboat. Adapun benih lobster disimpan dalam sebuah plastik bening yang diisi dengan air dan oksigen. Kemudian benih lobster disimpan dalam kotak.

Beruntung sebelum diangkut dengan speedboat, para pelaku berhasil ditangkap. Sebab jika sudah di speedboat, polisi akan kesulitan untuk menggagalkannya.

“Para pelaku menggunakan speedboat yang bagus. Mereka menggunakan mesin 500 PK. Makanya dengan digagalkannya penyelundupan di darat, tentu merupakan prestasi yang sangat bagus. Juga menggembirakan bagi kami,” tutur Riza.

Riau sendiri menjadi salah satu jalur favorit bagi pelaku penyelundupan. Sebab Riau berbatasan langsung dengan negara tetangga. Jaraknya tak begitu jauh. “Wilayah pesisir Timur sangat rawan seperti Sumsel, Jambi dan Riau sebagai pintu pengeluaran paling terdekat ke negara tetangga,” jelasnya.

Selanjutnya, benih lobster dilepasliarkan di laut Sumatera Barat. “Berkat digagalkannya penyelundupan, kami berhasil menyelamatkan kerugian negara hingga Rp 32 miliar. Selanjutnya benih lobster akan kami serahkan kepada Balai Karantina Perikanan di Pekanbaru. Kami akan lakukan penyegaran dan segera mungkin melepasliarkan benih lobster,” tuturnya.

Sementara atas perbuatanya, para pelaku terancam dijerat dengan Pasal 88 Jo Pasal 17 Ayat (1) dan atau Pasal 100 Jo Pasal 7 Ayat (2) huruf q UU RI Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan UU Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan. (ica/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Sonny Wakhyono

Comment

Loading...