Mantan Kades dan Bendaharanya Resmi Jadi Tersangka Kasus ADD

  • Bagikan
FAJAR.CO.ID, ENREKANG -- Mantan Kepala Desa (Kades) Tungka dan Bendahara, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dugaan penyalahgunaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD). Penetapan itu dilakukan, usai penyidik Polres Enrekang menggelar serangkaian penyidikan. Kapolres Enrekang AKBP Ibrahim Aji melalui Kasat Reskrim, AKP Abd Haris Nicholaus mengatakan dari ke empat desa tersebut, mantan Kepala Desa Tungka A Saharuddin dan Bendaharanya, Sainal telah ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya diguga terlibat dalam kasus korupsi penggunaan ADD dan DD tahun anggaran 2016-2017 dengan kerugian negara Rp 492 juta lebih dari nilai pagu Rp 1,2 miliar. “Dari 27 saksi yang kita periksa dan hasil uadit dari BPK Provinsi ditemukan kerugian sebesar Rp 492 juta lebih. Ini sudah fainal,”ujar Haris kepada BKM di ruang kerjanya, Senin (20/8). Sementara tiga desa lainya dengan kasus yangsama sementara dalam proses penyelidikan termasuk Desa Bolang kini dalam proses penyelidikan setelah menerima hasil audit kerugian negara. “Saya belum bisa sampaikan hasil auditnya karena sementara lidik,”janji Haris. Sebelumnya, penyidik melimpahkan BAP tiga tersangka dugaan korupsi kasus dugaan korupsi proyek peningkatan dan pemeliharaan ruas jalan Pebaian-Tombang, Kecamatan Baroko tahun 2016 senilai Rp 1.024.272.000 ke Kejari Enrekang, Selasa (31/7). (her/bkm/fajar)
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan