Soal Jabatan Wagub DKI, PKS: Berambisi Itu Agak Sulit di Tengah Kita Berkoalisi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Pasca Sandiaga Salahuddin Uno mundur dari jabatan Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta dan memutuskan maju sebagai Calon Wakil Presiden, posisi kursi Wagub DKI saat ini kosong alias tak bertuan.

Kini, partai pengusung Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di Pilgub DKI Jakarta, yakni Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sedang membangun komunikasi untuk menetapkan pengganti Sandiaga Uno sebagai Wagub DKI Jakarta.

Dari sekian nama yang dihembuskan, nama Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Gerindra Muhammad Taufik makin menguat sebagai pengganti Sandiaga Uno. Namun, PKS juga dikabarkan sudah menyiapkan nama-nama yang layak menduduki jabatan Wagub DKI Jakarta.

Ketua DPP PKS Aboe Bakar Alhabsyi menyarankan agar jangan ada sifat ambisius diantara partai koalisi. "Nggak ada kayak gitu-gitu, enak saja. Jangan fait accompli gitu lah. Kita prinsipnya bersama, yang namanya politik posisi kekuasaan adalah harapan semua figur politik, tapi berambisius full itu agak sulit di tengah kita berkoalisi," kata Aboe Bakar kepada awak media, Selasa (21/8).

Meski begitu, Aboe Bakar mengakui semua orang pasti menginginkan posisi Wagub DKI. Apalagi, Taufik sendiri adalah orang lama di DKI Jakarta. "Wallahualam ya. Itu anda yang katakan. Tapi saya katakan itu umum. Artinya siapapun bisa, apalagi beliau adalah orang lama di DKI. Siapa sih yang nggak ingin?," ujar Aboe Bakar.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : RBA


Comment

Loading...