Usai Shalat Ied, Jamaah An-Nadzir Sembelih Tiga Ekor Sapi

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, GOWA — Berbeda dengan umat Islam pada umumnya, jemaah An-Nadzir di Desa Mawang, Kelurahan Romanglompoa, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa punya perhitungan sendiri mengenai Hari Raya Idul Adha.

Karena itu, ketika sebagian besar umat Islam merayakan Idul Adha pada Rabu besok, jemaah An-Nadzir justru merayakannya hari ini, Selasa 21 Agustus 2018.

Ibadah salat ied dilaksanakan di Masjid Baitul Muqaddis. Jamaah laki-laki, perempuan, remaja dan anak-anak, mengikutinya secara khusyuk. Pelaksanaan salat ied jamaah An Nadzir sehari lebih cepat dari ketetapan pemerintah pada Rabu (22/8) besok.

Tokoh An Nadzir Ustaz Lukman A Bakti menjelaskan, pelaksanaan salat ied berdasarkan pengamatan dan hisab bulan sebelumnya. Tepatnya Zulkaidah ditandai gejala alam seperti pasang tertinggi air laut dan terbitnya bulan pada Sabtu (11/8) lalu sekitar pukul 13.30 WITA.

“Itu merupakan salah satu indikator terakhir bagi kami dalam pengamatan. Bahwa ketika air pasang yang tertinggi terjadi di akhir bulan, maka saatnya surut merupakan perjalanan akhir sekaligus memasuki awal bulan baru,” jelas Ustaz Lukman usai salat berjamaah.

Berdasarkan pengamatan itu kemudian disimpulkan bahwa sejak Minggu (12/8) lalu merupakan awal jatuhnya Idul Adha 1439 Hijriah. “Ini adalah momentum kami harus melaksanakan salat Idul Adha,” ucapnya.

Meski melaksanakan Idul Adha lebih awal dibanding pemerintah, hal itu bukan merupakan persoalan. Sebab beberapa tahun sebelumnya, hal serupa juga terjadi.

Dalam mometum Idul Adha tahun ini, jamaah An Nadzir telah menyiapkan tiga ekor sapi untuk disembelih sebagai kurban. “Alhamdulillah, kami akan sembelih hari ini dua ekor dulu. Selanjutnya satu ekor mungkin akan disembelih besok,” ucapnya. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...