Jalan AP Petarrani Tutup Total, Tim Satgas Anti Macet Siap Turun

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Penutupan jalan AP Pettarani sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu untuk pembangunan proyek jembatan layatan tol dalam kota. Alhasil, kemacetan sudah mulai terjadi di jam-jam tertentu.

Mengatasi kemacetan itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar siap menurunkan puluhan personel dari satuan tugas anti macet untuk membantu polisi dalam mengatur arus lalu lintas. Khususnya jalan yang berada di sekitar AP Petta Rani seperti Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Boulevad, Jalan Pengayoman, Jalanj Abdullah Dg Sirua dan Pelita.
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Dishub Kota Makassar, Azis Sila mengaku, ia telah menerima rancangan rekayasa jalan yang dibuat Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Provinsi Sulawesi Selatan, Barat bersama kepolisian.
“Jalan AP Petta Rani dan Jalan Urip Sumoharjo itu adalah jalan nasional. Jadi kewenangan ada di BPTD Sulselbar dalam membuat rancangan rekayasa jalan, dibantu dengan kepolisian. Kami Dishub Kota Makassar hanya bentuk koordinasi saja dan pastinya dari hasil koordinasi nanti, kami turunkan personel melakukan pengaturan arus lalu lintas,” ucap Azis, Rabu (22/8).
Adapun penempatan para personel Dishub Kota Makassar tambah Azis, saat ini masih menunggu petunjuk lanjutan dari BPTD Sulselbar. Jika telah diminta, maka personel-personel langsung diturunkan utamana di persimpangan jalan.
“Rancangan rekayasanya ada di BPTD Sulselbar, kami di Dishub Kota Makassar masih menunggu petunjuknya,” singkatnya.
Diketahui, awal pekan ini, PT Wijaya Karya (Wika) mulai menutup Jalan AP Petta Rani untuk kepentingan pembangunan tol layang.
Rencananya, penutupan akan dilakukan sepanjang AP Petta Rani 4,2 km. Satu lajur ke arah tol Reformasi dan satu lajur ke arah Sultan Alauddin ditutup menggunakan beton barrier.
Sebelum penutupan jalan, pihak kontraktor dan Bosowa Marga Utama Nusantara (BMN) sudah memberi informasi kepada masyarakat terkait penutupan jalan tersebut. Pihaknya juga sudah memberikan solusi untuk jalan-jalan alternatif yang bisa dilewati demi menghindari AP Pettarani.
Direktur Utama BMN, Anwar Toha berharap masyarakat menyikapi penutupan jalan ini dengan menyesuaikan rute dan waktu perjalanan agar bisa mengurangi beban lalu lintas di jalan AP Pettarani, terutama pada saat jam-jam puncak.
Ada beberapa rute alternatif yang dianjurkan kepada para pengguna jalan setelah melakukan analisa.
Bagi pengendara yang berada di Urip Sumiharjo dengan lokasi tujuan ke Jalan Sultan Alauddin, ada lima rute alternatif yang ditawarkan.
Pertama, Urip Sumoharjo-Dr Leimena-Abdullah Dg Sirua-Batua Raya-Toddopuli Raya-Tamalate-Bonto Dg Ngirate-Emmy Saelan-Sultan Alauddin.
Jalur alternatif kedua yakni Dr Leimena-Abdullah Dg Sirua-Batua Raya-Pengayoman-Bau Mangga-Hertasning-Yusuf Dg Ngawing-Jalan Pemda-Jalan Pendidikan-Jalan Rutan-Sultan Alauddin.
Ketiga, Jalan Urip Sumoharjo-Taman Makam Pahlawan-Abdullah Dg Sirua-Batua Raya-Toddopuli Raya-Tamalate-Bonto Dg Ngirate-Emmy Saelan-Jalan Sultan Alauddin.
Alternatif keempat, Jalan Urip Sumoharjo-Taman Makam Pahlawan-Abdullah Dg Sirua-Batua Raya-Pengayoman-Bau Mangga-Hertasning-Yusuf Dg Ngawing-Jalan Pemda-Jalan Pendidikan-Jalan Rutan-Sultan Alauddin.
Sementara bagi pengendara dari Jalan Tol Reformasi menuju Jalan Sultan Alauddin, ada dua rute alternatif yang ditawarkan.
Pertama, Tol Reformasi-Urip Sumoharjo-Racing Centre-Abdullah Dg Sirua-Adhyaksa-Hertasning-Tamalate-Emmy Saelan-Sultan Alauddin.
Alternatif kedua, Tol Reformasi-Panampu-Cakalang-Bandang-Veteran Utara-Veteran Selatan-Sultan Alauddin.
Sementara bagi pengendara dari arah Sultan Alauddin menuju Tol Reformasi, ada dua rute alternatif yang ditawarkan.
Pertama, Jalan Sultan Alauddin-Andi Tonro-Veteran Selatan-Veteran Utara-Bandang-Tentara Pelajar-Jalan Nusantara-Tol Reformasi.
Kedua, Sultan Alauddin-Veteran Selatan-Veteran Utara-Masjid Raya-Jalan Urip Sumoharjo-Tol Reformasi.
Project Jalan Tol Layang Pettarani dari Wika, Didi Rustadi menjelaskan,
waktu yang dibutuhkan untuk menutup satu lajur kiri dan satu lajur kanan di AP Pettarani sekitar 40 hari.
Penutupan lajur jalan tersebut mutlak dilakukan karena menjadi area kerja pelaksanaan pekerjaan pondasi bore pile dan pile cape. Setelah dilakukan penutupan, aktifitas awal yang akan dilakukan adalah pembongkaran barrier, pembersihan pangkal pohon, dan galian/perataan tanah area median. (arf-rhm/bkm/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Syarifah Fitriani

Comment

Loading...