Kejati Sulsel “Lembek” Tangani PLTMH Lutim, ACC Surati KPK dan BPK

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Lembaga binaan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad, Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi, kembali mengeluhkan kinerja Kejati Sulsel dalam mengawal kasus Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Kabupaten Luwu Timur, Sulsel.Menyesalkan kinerja Kejati Sulselbar, Wakil Direktur ACC Sulawesi, Kadir Wokanubun, mengatakan bahwa dalam waktu dekat ini akan memberi surat terbuka ke KPK untuk mengambil alih kasus yang saat ini mandek di tangan Kejati.”Kami akan rapatkan internal soal itu. Kemungkinan mendekat ini kami akan menyurat ke KPK agar kasus ini diambil alih,” kata Kadir, Kamis (22/8/18).Selain itu, ia menyayangkan sikap para institusi penegak hukum yang ada di Sulsel khususnya dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar yang sengaja mendiamkan penyelidikan kasus yang jelas-jelas dugaan unsur perbuatan melawan hukumnya ada.”Buktinya sangat jelas. Dimana anggaran yang digunakan untuk membiayai kegiatan PLTMH sudah habis, namun kegiatan proyek tak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Khususnya masyarakat Luwu Timur sendiri dalam memenuhi kebutuhannya,” terangnya.Ia juga berharap agar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sulsel segera melakukan audit investigasi terkait penggunaan anggaran negara dalam proyek tersebut.”Total anggaran yang digunakan juga lumayan sangat besar. Dimana nilainya Rp 29 miliar yang bersumber dari dana sharing antara APBN dan APBD Lutim. Sehingga sangat patut BPK segera lakukan audit investigasi karena hal ini sudah menjadi sorotan masyarakat Sulsel secara luas,” jelas Kadir.

  • Bagikan