Kejati Sulsel Siap Berikan Bantuan Hukum Untuk Dua Jalur KA Barru yang Bermasalah

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, BARRU — Bupati Barru Suardi Saleh melaporkan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulselbar, Tarmizi bahwa ada dua titik lokasi jalur kereta api (KA) yang bermasalah di Kabupaten Barru. Dua titik itu adalah di kuburan warga di Kelurahan Kiru-kiru, Kecamatan Soppeng Riaja dan jalur masuk ke Pelabuhan Garongkong.

Hal ini dijelaskan Suardi di hadapan Kajati Sulselbar, Tarmizi saat melakukan kunjungan kerja ke Barru, Selasa (20/8).
Bupati Barru, Suardi Saleh menjelaskan bahwa pembangunan jalur rel kereta api untuk akses ke Pelabuhan Garongkong terjadi selisih pengukuran sekitar 5 hektar.

Dari pengukuran yang dilakukan Satker Perkeretaapian terdata luas jalur sekitar 26 hektar. Sedangkan sesuai pengukuran pihak BPN, ternyata luasnya mencapai 31 hektar.

Begitu pula dengan lokasi kuburan di Kelurahan Kiru-kiru, Kecamatan Soppeng Riaja, kata Suardi, dipermasalahkan beberapa ahli waris yang meminta dibangunkan fly Over untuk melintasi kuburan.

“Pihak Pemkab sudah beberapa kali memfasilitasi pertemuan antara warga dengan Satker, namun belum ada titik temu. Dari dua titik lokasi jalur kereta api yang bermasalah ini, kami mohon petunjuk hukum dari Kejati Sulselbar, ” pinta Suardi.

Kajati Sulselbar, Tarmizi mengungkapkan jika agenda kunjungan kerjanya ke Barru dalam melihat dan mengenal lingkungan geografis daerah ini. Begitu pula dengan adanya keinginan untuk bersilaturahmi dengan para aparat Pemkab dan masyarakat Barru. Termasuk memberikan informasi tentang beberapa permasalahan hukum.

“Kami berharap Pemkab dan masyarakat Barru memfasilitasi dan mendukung pembangunan jalur kereta api sebagai proyek strategis nasional. Apabila ada permasalahan dari proyek strategis nasional, supaya diselesaikan dengan musyawarah. Jika tidak bisa selesai, maka Kejaksaan bisa memberikan bantuan pendampingan hukum, ” kata Tarmizi.

Sementara itu Satker Perkeretapian, Nur Setiawan mengungkapkan dari 809 makam, hanya akan direlokasi sekitar 400 makam, karena sebanyak itu yang masuk dalam area pembangunan jalur kereta api. Permintaan para ahli waris untuk dibangunkan fly Over, sulit direalisasikan karena keterbatasan anggaran.

“Relokasi makam saja tidak seluruhnya bisa diakomodir, karena yang kita pindahkan hanya 400 makam saja, karena memang hanya itu yang masuk area pembangunan jalur rel kereta api ,” pungkas Nur Setiawan.

Setelah rombongan Kejati Sulselbar menerima penjelasan dari Bupati Barru Suardi Saleh. Tarmizi dan rombongan langsung ke lokasi kuburan yang dipermasalahkan warga.

Para ahli waris meminta pihak Satker Perkeretaapian membangun fly Over, supaya tidak ada pembongkaran kuburan. Kalau pun jika makam direlokasi, maka harus dipindahkan keseluruhan dan disiapkan lahan khusus. (udi/bkm/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...