Pemkab Sidrap Butuh 1.226 Tenaga Pendidik dan Kesehatan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SIDRAP — Pemerintah Kabupaten Sidrap saat ini membutuhkan tambahan pegawai baru sekira 1.226 orang. Jumlah tersebut diperuntukkan bagi tenaga pendidik dan tenaga kesehatan.

Sekkab Sidrap, Sudirman Bungi, membenarkan minimnya jumlah pegawai lingkup Pemkab Sidrap itu.

“Dari sisi ketersediaan jumlah pegawai, kita masih kurang. Perlu ada tambahan,” kata Sudirman Bungi, Rabu, (22/08).

Kondisi dimana Pemkab Sidrap kekurangan jumlah pegawai saat ini, sangat dicermati Sudirman Bungi. Apalagi dia saat ini juga dipercaya sebagai Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) di Bumi Nene Mallomo

Saat ditanya, apakah Pemkab Sidrap telah mengusulkan tambahan jumlah pegawai baru ke Kemen PAN-RB dalam hal ini? Sudirman Bungi mengiyakan hal tersebut.

“Sudah, kita sudah sampaikan data usulan kebutuhan tambahan pegawai itu ke Kemen PAN-RB,” ujar Sudirman Bungi.

Jika mendapat respons oleh pusat, formasi apa saja yang paling dibutuhkan Pemkab Sidrap saat ini?

Kepala Bidang Mutasi BKD Sidrap, Faizal Sehuddin menyebut ada dua formasi yang paling dibutuhkan. Formasi itu adalah tenaga guru dan kesehatan

Apabila merujuk hasil analisis jabatan (Anjab) dan analisis beban kerja (ABK), kata Faizal Sehuddin, setidaknya Sidrap butuh tambahan guru sebanyak 884 orang dan tenaga kesehatan butuh tambahan sebanyak 342 orang.

Dia merinci, dari 884 tenaga guru yang dibutuhkan tersebut, Sidrap telah mengusulkan tambahan guru SD sebanyak 759 orang dan guru SMP sebanyak 125 orang.

Sementara untuk tenaga kesehatan, telah diusulkan tambahan perawat sebanyak 126 orang, lalu bidan sebanyak 56 orang.
Selain itu, Sidrap juga mengusulkan tenaga dokter umum, gigi dan spesialis. Ada juga perawat gigi, apoteker, asisten apoteker, pranata lab kesehatan serta nutrisionil pertama.

Lainnya, perekam medis, fisioterafis, radiografer terampil, epidemologi kesehatan, administrasi kesehatan, penyuluh kesehatan masyarakat, sanitarian serta entomolog kesehatan.
Alumni STPDN tersebut mempertegas bahwa apa yang disampaikan itu, barulah sebatas data kebutuhan tambahan pegawai baru.

“Itu masih versi kita (Sidrap), mudah-mudahan bisa disetujui oleh Kemen PAN-RB,” kata Faizal Sehuddin, menutup. (ady/bkm/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...