Warga Mamuju Kesulitan Mendapatkan BBM, Ini Penyebabnya

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAMUJU – Warga di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, sejak dua hari terakhir kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).

Pemantauan di SPBU Karema, Mamuju, sejak Rabu (22/8) siang hingga malam, sejumlah warga yang ingin mengisi BBM tidak mendapatkan bahan bakar, baik premium, pertalite maupun pertamax.

“Sejak tadi pagi saya datang ke SPBU Karema, tapi kata petugasnya, BBM habis. Malam ini, saya kembali datang untuk mengisi BBM, tetapi lagi-lagi petugas SPBU mengatakan stok belum ada,” ujar Divo, seorang warga Mamuju, saat ditemui di SPBU Karema, Mamuju, Rabu malam.

Kesulitan warga mendapatkan BBM juga dialami saat mereka hendak membeli di sejumlah pertamini.

Begitu pun dengan sejumlah penjual bensin eceran, juga terlihat tutup akibat kehabisan stok.

Bahkan, pada Rabu malam beberapa warga terlihat mendorong motornya akibat tidak mendapatkan BBM setelah sempat berkeliling mencari bahan bakar di sejumlah pertamini maupun penjual bensin eceran.

“Sejak kemarin (Selasa), stok BBM di SPBU Mamuju tidak ada. Bahkan, saya sempat ke SPBU Rangas, tetapi stoknya juga habis. Saya sempat mencari ke beberapa pertamini dan penjual bensin eceran tetapi stoknya juga habis,” kata seorang warga Mamuju lainnya.

“Tidak biasanya seperti ini, apalagi hari ini merupakan hari raya yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk bersilaturahi dengan keluarga, tetapi karena tidak ada BBM sehingga terpaksa membatasi keluar rumah,” katanya.

Salah seorang petugas SPBU Karema, Rabu malam mengatakan, stok BBM, baik premium maupun pertalite dan pertamax, sejak dua hari terakhir atau sejak H-1 Idul Adha cepat habis.

Namun, petugas SPBU di Karema itu mengaku tidak mengetahui apakah ada pengurangan jatah atau hal lain, penyebab cepatnya habis stok BMM di SPBU tersebut.

“Memamg, sejak kemarin BBM, baik itu premium maupun pertalite dan pertamax cepat habis. Saya tidak tahu penyebabnya. Stoknya kemungkinan baru masuk sebentar sekitar pukul 02. 00 Wita (Kamis dinihari),” ujar petugas SPBU Karema tersebut.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Mamuju AKP Jamaluddin mengatakan berdasarkan hasil klarifikasi dengan salah satu pemilik SPBU di Mamuju, bahwa adapun penyebab SPBU Mamuju banyak antrean sehingga terkesan BBM langka adalah karena stok BBM untuk wilayah Kota Mamuju dikurangi.

Ia mengatakan, dalam setiap harinya penggunaan BBM bisa sampai 16 ton habis digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya.

“Namun pada minggu ini stok BBM yang dipasok ke SPBU sesuai pesanan dikurangi menjadi delapan ton saja,” katanya.

Menurut dia, kelangkaan BBM juga terjadi karena keterlambatan mobil tangki pengankut BBM memasok BBM ke SPBU.

“Hal itu diakibatkan sepanjang jalan dari Kota Mamuju – Pare-Pare, Provinsi Sulsel, sampai di Kota Mamuju banyak kegiatan perayaan hari kemerdekaan RI, seperti gerak jalan sehingga sopir banyak yang memilih singgah istirahat dan berangkat pada malam hari,” katanya.

Kondisi kelangkaan BBM di Mamuju dikeluhkan masyarakat karena membuat aktivitas mereka terkendala saat merayakan hari raya Idul Adha.

“BBM langka di pertamina apalagi stok gas elpiji tiga kilogram sering mengalami kelangkaan sehingga masyarakat kesulitan menyiapkan makanan merayakan lebaran maupun bersilaturrahmi dengan keluarga di tempat yang jauh,” kata Kifli, salah seorang warga. (Ant)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar