Jokowi Minta TNI/Polri Sosialisasikan Kinerja Pemerintah, PKS: Ada Bau Kampanye

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Langkah Presiden Joko Widodo memanggil petinggi TNI/Polri untuk mensosialisasikan keberhasilan kinerja Pemerintah, dianggap sebagai satu langkah kampanye dini kepada Calon Presiden petahana.

“Memberi tugas seperti ini menjelang Pilpres juga rawan konflik kepentingan, karena mensosialisasikan kerja pemerintah. Bahasa lainnya adalah mensosialisasikan kerja petahana Capres,” kata Ketua DPP PKS Aboe Bakar Alhabsyi lewat pesan tertulisnya, Jumat (24/8).

“Artinya ini menyangkut cotra diri seorang capres, dan TNI-Polri diminta untuk mensosialisasikan hal itu. Saya kira ini ranahnya sudah ada bau kampanye, seharusnya KPU dan Bawaslu bertindak,” tambahnya.

Menurut Alhabsyi, TNI/Polri sudah memiliki tugas khusus masing, sebagai termaktub dalam UU dimana TNI dibidang pertahanan dan Polri menjaga keamanan. Olehnya itu, dengan ditambahkan tugas TNI/Polri oleh Presiden tidak sesuai dengan UU tersebut.

“TNI dan Polri sudah punya tupoksi masing masing, TNI punya tugas dibidang pertahanan, sedangkan Polri punya tugas di bidang keamanan dan penegakan hukum. Penambahan tugas diluar itu tentutnya tidak sesuai dengan UU No 34 Tahun 2004 Tentang TNI dan UU No 2 Tahun 2002 Tentang Polri,” ucapnya.

Lanjut politisi asal Kalimantan Selatan itu, TNI/Polri tak boleh ditarik masuk kembali ranah politik seperti jaman dulu. Saat ini, kata Alhabsyi, masyarakat sudah cerdas dalam menyikapi hal-hal seperti ini.

“Salah satu agenda besar reformasi adalah membawa netralitas polri dan tni, jangan sampai sekarang kita kembali lagi ke zaman dulu dengan menarik mereka dalam urusan politik. Saat ini masyarakat sudah dewasa, cerdas dan lugas, jangan sampai ada gerakan masyarakat untuk menyikapi hal ini seperti reformasi 98,” ucapnya. (Aiy/Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...