Terdakwa Korupsi APBD Sulbar Diimbau Bijak Berkomentar


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) mengeluarkan peringatan kepada empat mantan pimpinan DPRD Sulbar. Mereka yang kini menjadi terdakwa kasus dugaan korupsi APBD Sulbar 2016 senilai Rp 360 miliar, diimbau untuk bijak dalam menyampaikan komentar.Keempat terdakwa adalah mantan Ketua DPRD Sulbar Andi Mappangara serta ketiga mantan Wakil Ketua DPRD Sulbar. Masing-masing yakni Hamzah Hapati Hasan, Munandar Wijaya dan Harun. Keempatnya disebut-sebut memberikan keterangan di luar konteks persidangan sebagaimana proses hukum yang sedang dijalani.Keterangan itu diberikan terdakwa di luar proses persidangan dengan agenda pembacaam tuntutan pada Selasa (28/8) lalu. Mereka dalam keterangannya melalui media menyebutkan bahwa tuntutan 7 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak mendasar dan hanya menjadikan terdakwa sebagai target.Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Salahuddin mengungkapkan, di dalam keterangan itu terdakwa menuding JPU memberikan tuntutan tanpa dasar dalam kasus yang menjeratnya.”Kiranya agar penyataan-pernyataan tersebut disampaikan pada konteksnya di muka persidangan untuk kepentingan pembelaan para terdakwa. Dari pada mengumbar pernyataan-pernyataan di media yang cenderung mendahului putusan pengadilan yang harus dihormati bersama,” jelas Salahuddin saat memberikan keterangan di Makassar, Jumat (24/8).Dalam amar tuntutan JPU serta berdasarkan bukti-bukti di persidangan, keempat terdakwa dinyatakan memenuhi unsur melanggar pasal 12 huruf i Undang-undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), juncto Undang-undang Nomor 20 Tahun 2010 dengan ancaman minimal 4 tahun penjara.

Komentar

Loading...