Awas, Susu Mengandung Bakteri Berbahaya Dijual Bebas di Minimarket

Minggu, 26 Agustus 2018 - 12:00 WIB

FAJAR.CO.ID, SINJAI — Warga Kabupaten Sinjai dikejutkan dengan penemuan susu mengandung bakteri Streptococcus sp yang berbahaya bagi kesehatan. Susu Full Cream merek Ultra Milk tersebut ditemukan di salah satu minimarket di Sinjai.

Hal ini terungkap dengan surat nomor 524/24126/DPKH yang dikeluarkan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Sinjai, yang ditujukan ke pimpinan toko Indomaret tertanggal 23 Agustus 2018, perihal hasil emeriksaan sampel susu UHT.

Dalam isi surat itu menyebutkan, berdasarkan hasil pemeriksaan (UJI) Streptococcus sp, Staphylococcus sp dan Campylobacter di Balai Besar Veteriner (BBVet) Kabupaten Maros Nomor 02776/PD.650/F.5.G/08/2018 tanggal 2 Agustus 2018 dan pengambilan sampel susu UHT Full Cream Ultra Milk 250 ml di Toko Indomaret Jl. Jenderal Sudirman Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Sinjai, pada tanggal 22 Juni 2018, maka diperoleh hasil yaitu sampel susu tersebut positif mengandung bakteri Streptococcus sp (hasil pengujian laboratorium terlampir.

Hal ini berarti bahwa kandungan Mikroorganisme Patogen pada susu tersebut dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada konsumen, maka dari itu diharapkan saudara agar dapat :

1. Mengkomunikasikan dengan pihak perusahaan mengenai kualitas produk olahan susu yang dipasarkan

2. Memperhatikan dengan seksama produk olahan susu sebelum dipasarkan baik dari segi kemasan maupun tanggal kadaluarsanya

3. Mengevaluasi tempat penyimpanan hasil olahan susu yang dipasarkan.

Sampai hari ini setelah pihak Indomaret menerima surat dari Pihak Dinas Peternakan dan Kesehetan Hewan Sinjai diakui bahwa belum ada tindakan dari toko Indomaret berupa penarikan barang dari pasaran.

Hal ini diungkapkan oleh asisten kepala toko Indomaret saat ditemui, Devianti menjelaskan surat dari dinas Peternakan dan kesehatan hewan sudah kami terima tertanggal 23 Agustus 2108 sehingga untuk proses penarikan barang tidak serta merta kita lakukan karena harus ada instruksi dari pimpinan pusat.

“Untuk alur suratnya kita sampaikan ke AF lalu supervisor menyampaikan ke manajer dan manajer ke pusat, setelah itu dikembalikan ke team toko tinggal menunggu keputusan dari pimpinan apakah barangnya ditarik atau dikembalikan di kantor,” ungkapnya.

Lanjutnya, stok barang jenis susu UHT Full Cream 250 ml yang dianggap berbakteri masih ada satu peacs di dalam gudang dan yang pastinya kami menunggu instruksi dari pimpinan pusat.

Menanggapi hal itu, Budi, warga Kecamatan Sinjai, mengaku kesal dan prihatin dengan adanya temuan tersebut, pasalnya hal itu sangat membahayakan, apalagi kalau dilindungi oleh anak-anak.

“Saya resah dengan adanya informasi ini, karena saya sering beli susu tersebut buat anak saya,” ketusnya.

Sementara Ahmad Marsuki, SH, MH Direktur Lembaga Bantuan Hukum Sinjai Bersatu (LBH-SB) desak Pemerintah Kabupaten Sinjai bertindak tegas dalam menyikapi hal ini terutama dalam hal menjaga dan menjamin hak hak konsumen.

“Kami dari LBH Sinjai Bersatu mendesak Pemerintah Daerah Sinjai menindak tegas Indomart selaku pihak yang memasarkan (menjual) dan Produsen susu UHT Full Cream Ultra Milk 250 ml. Kalau perlu tutup indomart dan cabut saja izinnya karena  Masyarakat Sinjai menkonsumsi susu berbakteri yang bisa berdampak pada kesehatan masyarakat dimana bisa saja terjangkit penyakit kronis akibat menkonsumsi susu berbakteri itu.” ungkapnya.

Ahmad Marsuki Menambahkan jika dalam tempo 1X24 jam Indomaret masih tetap menjual susu berbakteri itu maka akan dilaporkan kepada pihak yang berwajib.

“Kami berikan waktu kepada pihak Indomaret 1X24 jam untuk segera menghentikan penjualan susu yang berbakteri tersebut dan kalau tidak maka kami melapor pidana pihak Indomaret kepada pihak yang berwajib.” kuncinya. (didin/bkm/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.