Bulog: Stok Aman untuk Sembilan Bulan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sekretaris Perusahaan Perum Bulog, Siti Kuwati mengungkapkan, sampai 23 Agustus 2018, realisasi serapan gabah Perum Bulog mencapai 2.415.849 ton.

“Dengan jumlah itu, stok aman. Dengan asumsi kebutuhan penyaluran per bulan sebesar 250 ribu ton, maka stok masih aman lebih dari 9 bulan ke depan,” kata Siti, baru-baru ini.

Stok tersebut, lanjut Siti, masih bisa terus bertambah. Karena, Bulog terus melakukan penyerapan gabah petani. Bulog ingin memastikan hasil tanaman petani terserap dengan baik.

Bagaimana soal penugasan impor? Siti enggan berkomentar banyak. Dia hanya bilang sebagai BUMN, pihaknya berkewajiban menjalankan penugasan pemerintah.

Tingginya penyerapan Bulog juga sebelumnya disampaikan Dirut Perum Bulog Budi Waseso. “Sampai sekarang, hasil pengadaan tersebut dalam kondisi baik di gudang milik Bulog, terutama di Jawa. Gudang milik perusahaan di wilayah yang penyerapannnya bagus rata-rata hampir penuh,” tegas Buwas, panggilan akrabnya.

 

Pasokan Lancar

 

Ketua Umum Koperasi Pasar Induk Beras Cipinang Zulkifli Rasyid mengungkapkan, sejauh ini pasokan beras dalam kondisi stabil.

“Belum ada pengaruh atau efek psikologis walaupun rencana impor kembali digulirkan,” ungkap Zulkifli.

Zulkifli mendukung keputusan impor beras. Karena, menurutnya, penting untuk Indonesia memiliki cadangan untuk mengantisipasi menurunnya pasokan.

“Tahun 2017 bilangnya surplus tetapi kenyataannya barangnya ngga adak. Pemerintah impor buat antisipasi agar kejadian nggak terulang lagi,” imbuhnya.

Zulkifli mengakui stok beras Bulog mencukupi beberapa bulan ke depan. Tetapi, keputusan pemerintah impor beras juga nggak bisa disalahkan.

“Yang perlu digarisbawahi, impor tujuannnya adalah stabilisasi. Apa kita yakin stok beras nasional cukup? Belajar dari pengalaman tahun lalu saja, gembar-gembor surplus beras tapi barangnya nggak ada. Pedagang akhirnya kelabakan,” imbuhnya. (rmol)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...