Buton Jaring Wisman dengan Festival Budaya Tua

Minggu, 26 Agustus 2018 - 12:30 WIB

FAJAR.CO.ID, BUTON – Kabupaten Buton adalah salah satu daerah di Sulawesi Tenggara yang kaya akan sejarah. Kekayaan tersebut, ditampilkan dalam Festival Budaya Tua. Puncak acara festival ini dilangsungkan hari ini, Minggu (26/8).

Tahun ini, Festival Budaya Tua Buton telah memasuki tahun pelaksanaan ke-6. Seperti tahun sebelumnya, berbagai atraksi seni dan budaya yang merupakan warisan leluhur eks Kesultanan Buton ditampilkan. Tahun ini, tema yang diusung adalah Tradisi Buton Memperkuat Pesona Indonesia.

“Tahun ini kita akan libatkan 5 ribu penari untuk memeriahkan puncak Festival Budaya Tua Buton di alun-alun Takawa, Kabupaten Buton, ” ujar Kadis Pariwisata Kabupaten Buton, Zainudin Napa , Sabtu (25/8).

Jumlah penari tahun ini mengalami penurunan. Tahun lalu, jumlah penari mencapai 10.000 orang. Menurut Zainudin, pihaknya tidak lagi mencari rekor. Namun, lebih menampilkan keindahan tarian.

“Kalau 10.000 penari seperti tahun lalu, terlalu banyak, padat sekali. Jadi seperti tidak beraturan. Makanya kita harus kurangi supaya lebih indah nanti dilihat,” terangnya.

Namun, tetap ada hal menarik dari kegiatan tahun ini. Yaitu, ditampilkannya tarian kolosal dari adat Buton yang telah berumur ratusan tahun. “Untuk tarian kolosal kita akan tampilkan 5 jenis tarian,” terang Zainudin.

Menurutnya, sederet budaya adat sudah disiapkan.

“Pada acara ini, kami akan tampilkan sederat budaya adat dan kesenian leluhur. antara lain pegelaran pesona tanu, pesona pedole-dole, pesona tandaki, pesona posuo, dan tarian kolosal,” ujar Zainudin.

Dijelaskan Zainudin, pesona tanu merupakan tradisi menenun masyarakat Buton. Tahun ini, akan ditampilkan 200 penenun. Sementara pesona pedole-pedole merupakan tradisi penyambutan kelahiran bayi. Sebanyak 200 balita akan dilibatkan. Sedangkan pesona tandaki merupakan tradisi sunatan melibatkan 200 anak. Dan pesona posuo (pingitan) melibatkan 200 gadis remaja.

Pesona Festival Budaya Tua Buton tak hanya menarik minat wisatawan nusantara. Tetapi juga wisatawan mancanegara. Ini terbukti dari banyaknya kapal yacht asing yang berlabuh.

Zainudin mengatakan 35 Kapal Yacht Wonderful Sail Indonesia sudah berlabuh. Tepatnya di Teluk Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Sampe hari ini sudah ada 35 Kapal Yach mancanegara yang berlabuh di Teluk Pasarwajo. Kami targetkan ada 70 kapal,” kata Zainudin Napa.

Dijelaskannya, puluhan kapal yang ditumpangi sekitar 80 turis, datang untuk menyaksikan Festival Budaya Tua Buton. Khususnya pada acara puncak, Minggu (26/8) hari ini.

“Mereka datang di sini (Buton) itu hanya untuk menyaksikan Festival Budaya Tua Buton khususnya di acara puncak Tanggal 26 Agustus nanti,” jelasnya.

Zainudin Napa menambahkan, turis-turis tersebut berasal dari berbagai negara. Seperti Amerika, Australia, Filipina, dan Kanada. Mereka mengetahui Festival Budaya Tua Buton dari berbagai media sosial. Dan itu termasuk hasil upaya promosi yang dilakukan Dinas Pariwisata dengan berbagai pihak.

“Kedatangan mereka tahu dari berbagai media sosial dan yang dipromosikan oleh Pariwisata dan beberapa pihak,” ungkapnya.

“Jadi saat mereka melintasi pelayaran dari jalur Utara, kemudian lewat di Laut Banda, mereka mendapat kabar bahwa di Buton ada festival budaya tua, makanya mereka singgah untuk menyaksikan itu,” sambung Zainudin Napa.

Zainudin Napa berharap, kedepan kapal-kapal yacht tersebut kembali ke Teluk Pasarwajo. Untuk itu, dirinya berharap ada kerjasama dengan investor. Tujuannya untuk membuat Pelabuhan Marina sebagai tempat berlabuhnya kapal yacht.

“Tapi terlebih dulu harus siapkan fasilitasnya. Pemerintah dan investor mungkin bisa bekerjasama untuk membangun pelabuhan. Supaya, kapalnya bisa disimpan di sini (Buton),” harapnya.

Terpisah, Asisten Deputi Bidang Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata, Ricky Fauzi, mengaku senang ada daerah yang bisa menampilkan potensi budayanya. Karena hal ini bisa berimbas pada jumlah kunjungan wisatawan.

Menurutnya, Buton salah satunya yang sukses mengangkat potensi wisata daerah. Yaitu dengan Festival Budaya Tua Buton.

“Ini sudah menjadi perhatian wisman. Buton, selain potensi wisata alamnya, juga budaya menjadi bagian penting dalam mendongkrak kunjungan wisman,” kata Ricky.

Sebagai sebuah atraksi pariwisata yang rutin digelar, Festival Budaya Tua Buton akan semakin kaya warna. Dari atraksi seni budaya, hingga penanaman nilai-nilai positif dalam melestarikan adat budaya dan kesenian leluhur.

Respons positif juga disampaikan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Menurutnya, Festival Budaya Tua Buton ini memiliki banyak makna.

“Pertama tentu saja menjadi atraksi wisata yang menarik bagi wisatawan. Selain itu, festival ini juga menjaga dan melestarikan kekayaan budaya,” paparnya. (lis/ags/IDP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.