Direktur IPI: Orang Awam Cenderung Menilai Golkar dan NU Bulat ke Jokowi-Ma’ruf, Tapi Faktanya Tidak

Minggu, 26 Agustus 2018 - 16:22 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Gejolak perpecahan di internal Partai Golkar pasca diumumkannya KH Ma’ruf Amin sebagai bakal calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo mulai terasa.

Ungkapan politisi senior Golkar Fadel Muhammad menunjukkan bahwa perpecahan di tubuh Golkar perlu menjadi perhatian serius oleh tim koalisi bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai Golkar, yang perlu menjadi perhatian serius adalah adanya dinamika di internal Nadhatul Ulama (NU).

“Munculnya dinamika perbedaan pandangan di tubuh Golkar dan NU bisa disebabkan dua alasan yaitu antara kekecewaan politik (political disppointment) dan permainan politik (political game),” ungkap Karyono kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (26/8).

Selain itu, dalam iklim demokrasi transaksional seperti yang terjadi selama dua dekade ini sulit menghindari permainan politik dengan berbagai manuver untuk tujuan melakukan bargaining dan negosiasi politik untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Strategi politik ‘dua kaki’ tak jarang menjadi manuver politik. Konfigurasi politik  yang ada saat ini kerap berubah-ubah, cenderung tidak konsisten,” ungkapnya.

Karyono menambahkan, arah politik tidak berada di garis lurus, sehingga sulit ditebak.

“Seperti yang kita saksikan saat ini, orang awam cenderung menilai Golkar dan NU akan bulat mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf tapi faktanya tidak demikian,” pungkasnya. [lov/rmol]

 

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.