Elpiji 3 Kg Langka di Sidrap, Disperindag Ciduk Pangkalan Jual LPG 3 Kg Diatas HET

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SIDRAP — Tertungkap kelangkaan elpiji 3 kilogram dimanfaatkan oleh sejumlah pedagang resmi dari pihak PT Pertamina, dengan menjual tabung melon di atas harga yang dianjurkan. Hal itu sesuai dengan temuan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) di Kabupaten Sidrap, dimana menemukan sejumlah pangkalan resmi menjual gas elpiji 3 Kg di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.500.

Temuan tersebut berdasarkan laporan masyarakat yang sejak beberapa minggu terakhir menjual mahal gas melon itu. “Betul ada beberapa pangkalan yang kita dapatkan menjual di atas HET. Mereka menjual gas bersubsidi itu sebesar Rp20 ribu,” kata Kabid Perdagangan, Sudirman, Minggu, 26 Agustus 2018.

Sudirman enggan menyebutkan berapa jumlah pangkalan yang terciduk petugas tim terpadu. Namun, kata Sudirman, ada beberapa yang di kasi pembinaan hingga pencabutan izin pangkalan. Saat ini, kata dia semua pangkalan sudah di wanti-wanti untuk tidak melayani pengecer.

Bahkan bagi warga diwajibkan membawa poto copy Kartu Keluarga (KK) setiap pembelian gas melon itu. “Satu KK, satu tabung. Pangkalan tidak boleh melayani pengecer dan juga harus menjual sesuai HET yakni maksimal Rp16 ribu,” kata Sudirman.

Selain itu, pangkalan juga tidak boleh menyimpan dan harus menjual kalau ada konsumen yang mau beli. “Tidak ada istilah ada orang yang disimpankan, kalau ada pembeli langsung dijual,” tambah Sudirman.

Dia juga menyebutkan bahwa setiap sopir pembawa gas bersubsidi itu diwajibkan mendokumentasikan aktifitas jual beli tabung dipangkalan kemudian di kirim ke agennya masing-masing.

Sementara itu, Unit Manager Communication & CSR MOR VII Pertamina Sulawesi, M Roby Hervindo juga menegaskan, bagi pangkalan atau agen yang nakal akan di sanksi Putus Hubungan Usahan (PHU). Artinya putus suplai selamanya. (ira/ade)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...