Modal Rp5.000, Remaja Ini Terpergok Gauli Adiknya di WC Masjid

Minggu, 26 Agustus 2018 - 07:50 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Aswan (21) alias Cui, harus menelan pil pahit setelah aksi pencabulannya di dalam kamar mandi Masjid Syura, jalan Arief Rahman Hakim, Kecamatan Tallo, Makassar, (25/8) ketahuan oleh jama’ah yang tidak sengaja lewat.

Namun betapa terkejutnya jama’ah yang memergo aksi cabul yang dilakukan oleh buruh harian tersebut. Sebab, korban pencabulannya ternyata masih anak-anak yang berusia 10 tahun, sebut saja si Mawar.

Setelah aksinya tersebut ketahuan, Aswan pun diseret keluar dari dalam kamar mandi. Bahkan, yang lebih mengagetkan karena korban pencabulannya tersebut ternyata masih memiliki hubungan saudara, alias bersepupu.

Atas, aksi cabulnya itu, pelaku kemudian diseret dan diserahkan ke Mapolrestabes Makassar untuk dimintai pertanggung jawaban.

Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polrestabes Makassar, Kompol Diari Estetika, mengatakan bahwa Aswan melancarkan aksinya dengan memberi iming-iming uang senilai lima ribu rupiah, untuk mengajak korbannya mandi bersama.

“Dari keterangan pelaku, korban diimingi uang lima ribu rupiah, untuk mengajak mandi bersama didalam wc masjid. Kemudian menyuruh korbannya membuka pakaian dan pelaku juga membuka pakaiannya,” ungkapnya.

Setelah membuka baju dan celana korban, Aswan pun menindih si Mawar sambil menggoyang-goyangkan pantatnya dalam keadaan telanjang, sebelum akhirnya ketahuan oleh sang jema’ah yang tidak sengaja lewat.

Lebih jauh, kata Diari, pelaku juga mengakui bahwa sebelumnya ia pernah melakukan perbuatan yang sama dengan korban, didalam kamar mandi mesjid tersebut pada hari Jumat tanggal 24 Agustus 2018 sebelum sholat Jumat berlangsung.

Adapun kini pelaku akhirnya ditahan bersama barang bukti yang diamankan dari terlapor berupa handphone merek Nokia dan dompet berisi KTP dan uang tunai senilai 200.000 rupiah.

Atas aksinya tersebut, pelaku terancam dijerat dengan pasal 81 ayat 2 atau Pasal 82 Ayat 1 UU RI No. 17 tahun 2016 tentang Tap Perpu No. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan Anak.

“Pelaku dijerat pasal perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara dan denda paling banyak 5 milyar,” Diari Menandaskan. (ade/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.