Sudah 51 Agen dan Pangkalan Kena Sanksi Pertamina, 12 Agen Dilarang Jual Tabung Gas

  • Bagikan
FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Kelangkaan elpiji 3 Kg menjadi momok menakutkan bagi masyarakat. Pasalnya, untuk memperoleh elpiji subsidi tersebut harus merogoh kocek lebih banyak. Kelangkaan itu pun juga berdampak pada harga yang melebihi harga eceran tertinggi (HET). Dikatakan Unit Manager Communication and CSR Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi, M Roby Hervindo bahwa sampai saat ini pihak Pertamina sudah memberikan sanksi kepada 51 agen atau pangkalan di Sulawesi. Sanksi tersebut beragam, mulai dari teguran hingga skorsing. "Kita sudah memberikan surat peringatan kepada 51 agen yang melanggar. Yang dua agen sudah dikenakan sanksi pengurangan alokasi, kemudian 12 agen sudah dikenakan sanksi skorsing, jadi kita tidak perbolehkan lagi berjualan elpiji. Itu di seluruh Sulawesi,"ujar Robby saat ditemui, Senin (27/8/18). Sanksi pelanggaran itu pun diberikan berkaitan dengan penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET). Dan surat teguran ataupun skorsing diberikan baik agen maupun pangkalan. Tak hanya itu, Pertamina telah mengantisipasi terjadinya penimbunan disetiap agen maupun pangkalan. Disebutkan Robby, Pertamina memberlakukan sistem monitoring elpiji 3 Kg (Simolek)."Jadi kalau kita kirim elpiji ke tempatnya, tapi tidak minta lagi berarti itu terindikasi,"terangnya. Ia juga mengakui, kelangkaan elpiji diberbagai daerah disebabkan permainan pengecer. Namun, hal tersebut tidak dapat ditindak oleh pihak Pertamina. Mengingat, pengecer tidak memiliki kontrak kerja dengan Pertamina.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan