Jelang Pemilu 2019, Rakyat Akui Kinerja DPR Bagus

Selasa, 28 Agustus 2018 - 15:41 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, rakyat Indonesia lebih banyak disuguhkan dengan berita Pemilihan Presiden pasca deklrasi dan pendaftaran Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden. Dua pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno dipastikan akan bertarung merebut kursi orang nomor satu di bangsa ini.

Dengan membanjirnya pemberitaan Pilpres ini seakan menutup pemberitaan kerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) saat ini. Padahal, masa kerja DPR masih menyisakan satu tahun lagi. Namun, dari hasil survei yang dilakukan terhadap kinerja DPR, rakyat Indonesia merasa puas dengan kinerja mereka.

“Pastinya sangat penting bagi kita untuk tetap memantau para anggota legislatif di Senayan sana. Apalagi, selama ini citra DPR masih sering dinilai negatif oleh banyak pihak, terutama menyangkut citra mereka dan tingkat kepercayaan masyarakat pada mereka,” kata Pangeran Siahaan, Editor-in-Chief Asumsi di Resto Penang Bistro, Senayan, Selasa (28/8).

Menilai pentingnya memonitor kinerja dan citra DPR, survei ini lebih difokuskan pada berita politik. Kemudian berinisiatif menyelenggarakan survei nasional yang bekerjasama dengan Charta Politika. Survei ini diadakan di 8 kota besar Indonesia dengan 800 partisipan. Namun ternyata dugaan tersebut tidak 100 persen terbukti.

“Buktinya, sebanyak 34.8% responden menganggap bahwa DPR memiliki kinerja paling baik dibanding lembaga negara lain, seperti MPR dan DPD. Bahkan sebanyak 44.8% responden menilai kalau para anggota DPR telah bekerja secara optimal dalam mengawasi pemerintahan sekarang,” bebernya.

Dari hasil pengawasan DPR, 32.3% dari mereka merasa bahwa DPR telah bekerja dengan baik dalam memantau kebijakan-kebijakan yang dibuat Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

“Saya rasa, dari angka tersebut dapat disimpulkan kalau sikap DPR sudah lebih terbuka pada rakyat. Makanya, rakyat bisa memberikan penilaian seperti itu,” jelas Muslimin Tanja, Manajer Riset Charta Politika.

Keterbukaan tersebut juga terlihat dari 38.8% peserta survei yang berpendapat bahwa memang DPR sekarang sudah lebih terbuka dari periode sebelumnya. Itu didukung dengan pemanfaatan media sosial dan media online yang ada saat ini, seperti twitter, facebook dan media online yang menjadi media penyalur penyalur program kerja DPR.

Kemajuan ini tak lepas dari kinerja Ketua DPR-RI Bambang Soesatyo yang sukses memanfaatkan media sosial dan media online untuk mempublikasikan kinerja DPR dalam mengawal aspirasi masyarakat, dan juga mengontrol kinerja Pemerintah.

Bahkan, kebijakan yang dilakukan oleh DPR sering menjadi sorotan media saat ini, baik media cetak, televisi hingga media online. Ini bisa dibuktikan dari 26.5% responden yang menjawab dengan benar ketika ditanya siapa nama ketua DPR sekarang.

Di bawah kepemimpinan Bamsoet (sapaan Bambang Soesatyo), publik pun menilai bahwa kerja DPR mengalami perbaikan. Sebesar 39.5% dari jumlah peserta mengakui hal tersebut. Di masa jabatan yang masih berusia kurang dari satu tahun, Bamsoet sudah bisa meraih kepercayaan rakyat sebanyak itu.

“Tentunya saya merasa senang dengan hasil tersebut. Itu bias membuktikan kalua kami itu mulai memiliki citra yang lebih baik di mata masyarakat,” ucap Bamsoet saat merespon hasil survei ini.

Hal ini membuktikan kalau publik percaya Bamsoet bisa menjadi salah satu saluran yang mewakili suara mereka. Namun dengan meningkatnya kepercayaan rakyat pada DPR, bisa dipastikan kalau ini bukanlah pekerjaan rumah yang berat bagi Bamsoet. Terakhir, kemajuan teknologi untuk memperoleh berita pastinya bisa ia manfaatkan untuk menyelesaikan pekerjaan rumah ini. (Aiy/Fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.