Kejati Sulsel Tutup Kasus PLTMH, ACC: Biar Kejagung dan KPK yang “Libas”

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Kasus dugaan korupsi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Kabupaten Luwu Timur yang sebelumnya, secara diam-diam penyelidikan kasus tersebut ditutup oleh Kejati Sulselbar.Menanggapi hal tersebut Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi berencana kembali melaporkan kasus dugaan korupsi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Kabupaten Luwu Timur ke Kejagung dan KPK, untuk “melibas” habis kasus tersebut.”Mendekat ini kita akan membuat legal opini ahli baru kemudian menyerahkan berkasnya ke Kajati Sulselbar serta memberikan tembusan ke Kajagung dan KPK, agar semuanya clear,” tegas Kadir Wokanubun, Wakil Direktur Anti Corruption Committee (ACC) Sulsel, Selasa (28/8/18).Seperti diketahui, pada kasus tersebut ditutup setelah Kejati Sulselbar berpatokan melalui keterangan saksi ahli yakni Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI) menyatakan bahwa proyek tersebut telah sesuai dengan spesifikasi yang diadakan.Namun, lanjut Kadir, menurutnya tindakan Kejati Sulselbar yang diam-diam menghentikan proses penyelidikan kasus PLTMH merupakan tindakan yang keliru dan penuh kejanggalan.”Kami juga tidak yakin ahli dari Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI) bekerja secara profesional dan independen saat digandeng oleh Kejati memeriksa kasus PLTMH. Seharusnya Kejati mencari perbandingan ahli lain selain AKLI jika betul sejak awal serius menangani kasus ini,” ujar Kadir.Sebelumnya Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi Sulselbar, Salahuddin menyatakan penanganan kasus dugaan korupsi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Kabupaten Luwu Timur, Sulsel telah dihentikan atau disetop.

  • Bagikan