Minim Dokter, Petugas di Puskesmas Sampai Keteteran

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, BONTANG – Antrean panjang tersaji ketika masuk pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di Bontang. Kondisi ini disebabkan karena minimnya sumber daya manusia (SDM) sebagai petugas medis. Bahkan beberapa puskesmas terpaksa meniadakan pelayanan malam.Kepala Puskesmas Bontang Selatan I  Islakhiyah mengatakan, saat ini jumlah komposisi dokter di tempatnya berisi tiga orang. Total tersebut dirasa kurang karena kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di wilayahnya mencapai 15 ribu warga. Mengingat satu dokter mempunyai tanggung jawab memberikan cakupan pelayanan 3.000 orang.“Dengan jumlah dokter yang kami miliki sangat kurang jika harus melayani hingga malam hari,” kata Islakhiyah saat menghadiri rapat dengar pendapat dengan DPRD, Senin (27/8) kemarin.Idealnya, jika membuka layanan dua sif membutuhkan tambahan tiga dokter. Pasalnya dokter tersebut nantinya tidak hanya bertugas untuk pelayanan dalam ruangan saja. Namun beberapa kegiatan seperti layanan imunisasi di beberapa sekolah dan posyandu juga membutuhkan tenaga dokter.“Kadang kami melakukan itu setelah memberikan pelayanan kesehatan di puskesmas,” ucapnya.Islakhiyah mengaku, kurangnya tenaga dokter membuat pelayanan kurang optimal. Bahkan cuti untuk dokter beberapa waktu lalu tidak diambil agar pelayanan tidak berkurang. “Ini secara otomatis kan mengurangi hak mereka untuk cuti. Saya berharap ada penambahan SDM ke depan,” pintanya.Tak hanya dokter, petugas loket pendaftaran juga perlu penambahan. Mengingat saat ini hanya satu orang yang bertugas. Seharusnya terdapat tambahan dua petugas baik sebagai penjaga loket pendaftaran maupun petugas rekam medik.

  • Bagikan