Airplane Mode ke Kecamatan Sembilan Warna

Rabu, 29 Agustus 2018 13:34

Oleh: Dahlan IskanGARA-GARA HP. Saya lebih pilih kereta cepat daripada pesawat kalau lagi di Tiongkok. Di pesawat tidak boleh buka HP. Sepanjang penerbangan. Walau hanya untuk menulis sekali pun. Berarti nganggur. Melamun. Jarang bisa tidur.Pilihan lain membaca: Novel. Tapi tanggung. Untuk penerbangan satu atau dua jam. Tapi kali ini beda. Saat saya lagi di Tiongkok ini. Sekarang ini. Sekarang sudah berubah. Selalu naik pesawat. Ke tujuh kota. Tidak ada lagi yang satu ini:  larangan buka HP. Tidak ada lagi perintah mematikan HP. Pun saat mau take off. Maupun landing.Yang ada hanyalah  pengumuman ini: HP harus disetting ‘airplane mode‘. Fasilitas ‘airplane mode‘ itu ada. Sudah lama. Di semua HP kita. Hanya saja dianggap tidak pernah ada. Seperti tidak ada guna.Memang saat fasilitas itu ‘on‘ berarti tidak bisa menelepon. Tidak bisa bicara. Tapi tetap bisa menerima teks. Mengirim teks. SMS bisa. WeChart bisa. Email bisa. Ketika ketinggian belum menelan sinyal.

Bagikan berita ini:
7
6
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar