Ade Armando saja Malu dengar Pendapat Ali Mochtar Ngabalin

Kamis, 30 Agustus 2018 - 21:17 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Tenaga Ahli Deputi IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin menilai, gerakan #2019gantipresiden merupakan gerakan makar yang harus dihentikan. Ngabalin mengatakan, #2019gantipresiden tidak diatur dalam UU dan dianggal ilegal.

“Ini makar ini. Ini adalah gerombolan pengacau keamanan. Saya yang bilang, bagaimana tidak, dia mengajarkan kepada rakyat Indonesia tentang sebuah proses demokrasi itu adalah sebuah bencana besar, UU itu mengatur tentang pilpres bukan mengatur soal ganti presiden,” kata Ngabalin saat dihadirkan sebagai narasumber di sebuah stasiun televis swasta belum lama ini.

Menanggapi itu, Dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), Ade Armando mangatakan, apa yang dikatakan Ngabalin merupakan satu kesalahan. “Dengan segenap hormat, saya harus katakan bahwa pernyataan Ali Mochtar Ngabalin yang menyamakan gerakan #2019GantiPresiden dengan gerakan makar sangat menggelikan,” tulis Ade Armando melalui akun facebooknya, Rabu (29/8)

“Dimana logikanya, menganggap #2019gantipresiden adalah gerakan makar,” sambungnya.

Ade Armando yang mengaku sebagai pendukung Joko Widodo ini, juga mengusulkan agar Ngabalin ditegur. “Mengingat dia adalah Tenaga Ahli Deputi IV Kantor Staf Presiden,” tulisnya.

Ia mengatakan, apa yang dikatakan Ali Ngabalin adalah sesuatu yang memalukan, sebab menganggap #2019gantipresiden merupakan gerakan makar.

Kata dia, Dalam demokrasi, ketidakpuasan pada pemerintah harus difasilitasi. Rakyat harus diizinkan mengecam, mengeritik pemerintahnya dan meminta agar pemerintahnya diganti. Apalagi melalui Pemilu.

“Kita semua tahu bahwa gerakan anti Jokowi ini adalah gerakan pro Prabowo. Tidak ada yang salah dengan tuntutan mereka,” Kata Ade.

Ade juga meminta agar sesama pendukung Jokowi tidak terjebak dengan garakan tersebut hingga menjadi fasis

“Jokowi adalah representasi pemimpin yang demokratis, toleran, mencintai rakyat, bersahabat, menghormati HAM. Karena itu kita jangan mencoreng citranya dengan pernyataan-pernyataan fasis seperti yang dilontarkan Ali,” tutup Ade Armando. (dal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.