Cegah Paham Radikal, Ini yang Dilakukan BNPT dan FKPT Sulsel

Kamis, 30 Agustus 2018 - 15:25 WIB
FAJAR.CO.ID, SOPPENG — Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Republik Indonesia bekerjasama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulawesi Selatan menggelar dialog interaktif dengan para penyuluh agama se-Kabupaten Soppeng di Triple 8 Riverside Resort, Kamis (30/8/18).
Dalam dialog tersebut dikemas dalam bentuk kegiatan Penguatan Kapasitas Penyuluh Agama Dalam Menghadapi Radikalisme yang bertajuk “Ayat-Ayat Damai”.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 sampai 17.00 Wita ini menghadirkan 4 narasumber diantaranya, Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., Ketua FKPT Sulsel Prof. Dr. HM. Arfin Hamid, SH. MH., Dr. H. Andi Jamaro Dulung, M.Si., serta Pejabat BNPT RI Dr. Taufik Hidayatullah, MA.
Bupati Soppeng yang diwakili Sekretaris Daerah HA Tenri Sessu berharap output kegiatan ini nantinya dapat memberikan kontribusi bagi terwujudnya keamanan dan ketertiban masyarakat Kabupaten Soppeng.
“Untuk itu kepada seluruh peserta agar mengikuti kegiatan ini secara serius dan tuntas sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan dalam menghadapi setiap potensi ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang dapat mengancam keutuhan bangsa dan negara,” jelasnya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Anwar Abubakar mengapresiasi keterlibatan penyuluh agama dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan radikalisme.
Menurutnya, hal itu sejalan dengan upaya Kementerian Agama yang terus menggenjot kapasitas dan wawasan penyuluh agama dari segala aspek.
“Saya berharap kegiatan seperti ini juga dapat dilakukan di daerah-daerah lainnya di wilayah Sulawesi Selatan,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Andi Intang Dulung berpesan kepada para penyuluh agama untuk meluruskan penafsiran yang keliru terhadap ayat-ayat kitab suci yang disampaikan.
“Kita semua percaya, semua kitab suci dari agama manapun pasti mengajarkan kebaikan, semua ayat mengajarkan kedamaian. Tapi ada segelintir orang yang keliru menafsirkan ayat untuk menebar kebencian di antara sesama,” ujarnya.
Lanjutnya, hari ini kita kumpulkan penyuluh agama se Kabupaten Soppeng berkat kerjasama Kementerian Agama, karena posisi penyuluh yang sangat strategis untuk menyampaikan pesan-pesan kedamaian, apalagi mereka selalu dekat dengan masyarakat.
“Ke depan tugas penyuluh agama bukan hanya soal penyuluhan keagamaan saja. Tetapi juga melakukan pencegahan terorisme, melakukan deteksi dini, dan bersama-sama melakukan langkah-langkah penanggulangannya,” tandasnya. (Amin Rais)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.