Maqbul Halim Akan Ajukan Penangguhan Penahanan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Maqbul Halim menjadi tersangka kasus dugaan pencemaraan nama Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Setelah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar, mantan pengurus Partai Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) itu langsung ditahan.

Kini, tim kuasa hukum Maqbul sedang melakukan pembahasan untuk menempuh upaya hukum lanjutan. “Kami akan melakukan upaya-upaya yang terbaik buat Pak Maqbul, agar bagaimana kemudian ada upaya penangguhan penahanan,” jelas Koordinator Tim Kuasa Hukum Maqbul Halim, Ahmad Riyanto di Kantor Kejari Makassar, Kamis (30/8).

Upaya penangguhan penahanan terhadap Maqbul merupakan kali kedua. Awal April lalu, tim kuasa hukum pernah mengajukan penagguhan penahanan sejak Maqbul resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Terkait kapan pengajuan penangguhan penahanan akan dilayangkan ke Kejari Makassar, Ahmad mengaku masih menyusun berkas peninjauan terlebih dahulu. “Setelah berkas peninjauan kembali sudah rampung, baru kami ajukan ke kejaksaan. Mungkin dalam waktu dekat ini, kami upayakan bisa langsung diajukan,” jelasnya.

Saat Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Makassar 2018, Maqbul menjadi juru bicara pasangan Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti. Maqbul dilaporkan ke Polrestabes Makassar oleh pengusaha asal Sulsel Aksa Mahmud pada awal April lalu. Hal itu terkait cuitan Maqbul di media sosial Twitter.

Maqbul menyebut bahwa Calon Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Appi) merupakan anak menantu dari Aksa Mahmud, keponakan mantan Wakapolri Komjen Syafruddin dan keponakan Wapres Jusuf Kalla. Di luar itu, ada sejumlah cuitan lain yang dianggap sarkastis.

Cuitan itu kemudian di screenshot dan tersebar di berbagai media sosial. Aparat hukum pun bertindak setelah mendapatkan laporan dari Aksa Mahmud. Maqbul dianggap memprovokasi dan membawa-bawa latar belakang keluarga dalam momentum Pilwakot Makassar 2018.

“Kurang lebih seperti itu konten yang dibuat Maqbul Halim. Hingga akhirnya proses jalan. Kemudian dia dijerat dengan Undang-undang ITE,” jelas Koodinator Tim Kuasa Hukum Maqbul Halim, Ahmad Riyanto di sela pelimpahan tersangka dan barang bukti dari penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel ke Kejari Makassar, Kamis (30/8). (rul/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...