Orang tua Ikut Nilai Pelajaran Siswa

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel kembali melakukan inovasi untuk pembinaan Imtaq siswa. Dengan melibatkan orang tua dalam melakukan penilaian terhadap siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama, siswa SMA/SMK diajarkan untuk mengimplementasikan pelajaran.

Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo menjelaskan, kurikulum untuk pelajaran agama di sekolah sudah jelas. Jika sebelumnya hanya memakai kompetensi dasar yang dinilai berdasarkan pembelajaran. Melalui program Literasi Alquran, nilai mata pelajaran agama diperoleh dari apa yang dilakukan siswa.

Lelaki yang akrab disapa None ini menggambarkan, misalnya di sekolah sementara belajar dan menghafal ayat Alquran, surah Kursi. Setelah mengaji dan dihafal, siswa harus terapkan surah ini di rumah dan dalam kehidupannya.

“Surah Kursi itu faedahnya seperti apa misalnya,” kata None, Kamis (30/8)
pada acara Workshop Membangun Generasi Sukses dengan Akhlak Mulia yang Merupakan Tindak Lanjut Program “Literasi Kitab Suci Al-Qur’an Sebelum Pembelajaran” pada Sekolah di Sulawesi Selatan, Kamis (30/8).

Dia melanjutkan, untuk menguji hafalan, siswa laki-laki misalnya diminta untuk menjadi iman salat di rumah. Kemudian aktifitas itu direkam dan dikirim ke email guru agamanya untuk dinilai.
“Jadi kita butuh keterlibatan orang tua,” ungkapnya.

Contoh lain, lanjut dia, siswa diminta untuk menghafal dan belajar faedah surah Yasin. Setelah menguasai surah itu, siswa diminta untuk mendoakan orang sakit dengan surah tersebut.

“Jadi model bukan hanya fokus pada proses belajar mengajar melainkan bagaimana mendidik siswa untuk mengimplementasikannya,” kata None.

Program ini sudah jalan. Dan ini rencananya akan menjadi rule model menurut Kanwil Agama.

Model pengajaran ini juga dilaksanakan oleh siswa non muslim namun mengacu pada ajarannya masing-masing.
Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel Soni Sumarsono cukup antusias dengan program yang digagas Disdik.

“Beberapa program dihadirkan menggunakan teknologi dan banyak kreasi. Ini bagian membangun Indonesia secara utuh,” kata Soni. (rhm/bkm/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...