Rupiah Makin Terpuruk, Ketum Hanura Bilang Itu Hal Biasa

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) makin terpuruk. Berdasarkan kurs transaksi Ban Indonesia (BI), 1 dolar AS setara dengan Rp 14,785.00. Posisi ini meningkat beberapa poin dari nilai tukar pada 30 Agustus 2018 kemarin.

Terpuruknya nilai tukar rupiah saat ini tak menjadi masalah buat Ketua DPD-RI Oesman Sapta Odang (OSO). Menurut OSO, kondisi ini adalah hal yang biasa karena situasi sekarang adalah circle economy, atau sirklus ekonomi. Bahkan, kondisi seperti ini tak hanya terjadi di Indonesia tetapi di negara lain juga mengalami hal yang sama.

“Itu biasa, karena situasinya sekarang adalah circle economy, atau sirklus ekonomi. Perputaran denyut jantung menjelang akhir tahun itu adalah tanda-tanda jaman, bukan hanya Indonesia, ini dampaknya ke seluruh dunia,” kata OSO kepada awak media, Jumat (31/8).

Dikatakan OSO, dirinya bakalan kaget jika kondisi semacam ini hanya terjadi di Indonesia, tetapi negara-negara lain juga mengalami hal yang sama. Olehnya itu, OSO menyarankan agar masyarakat Indonesia tak perlu ribut, bahkan terlihat kebakaran jenggot dengan melemahnya rupiah.

“Kalau hanya Indonesia, baru saya kaget. Ini kan hampir semua merata di seluruh dunia, jadi kalau kita yang ribut sendiri, kebakaran jenggot sendiri, orang lain bilang, wah lihat tuh Indonesia, kita yang lebih parah nih nggak apa-apa, Indonesia yang masih kecil baru naik aja sudah ribut,” ucap Ketua Umum Partai Hanura itu.

Atas dasar itu, OSO mengakui keributan yang terjadi saat ini akibat terpuruknya rupiah terluhat sangat lucu. “Jadi lucu kan,” tutupnya. (Aiy/Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar