Tuai Kontroversi, Rapat Koordinasi di Atas Kapal Pelni Dibatalkan

Jumat, 31 Agustus 2018 - 08:13 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Usai usulannya terkait pelaksanaan rapat koordinasi di atas Kapal Pelni menuai kontroversi, Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel Soni Sumarsono akhirnya membatalkan rencana tersebut.

Soni memang pernah mengusulkan untuk menggelar rapat koordinasi di atas kapal milik PT Pelni. Rapat itu rencananya akan diikuti seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulsel, DPRD Sulsel dan Tim Transisi Prof Andalan.

Rencananya, agenda itu akan dilaksanakan setelah Lebaran Idul Adha.
Namun rencana tersebut menuai kontroversi dari berbagai pihak hingga akhirnya Soni memutuskan jika rapat tersebut dibatalkan.

Pj Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono mengatakan, alasan utama pembatalan rapat ini karena waktu yang tak memungkinkan. Selain itu, saat ini, pihaknya tengah fokus menyusun APBD Perubahan 2018 dan RAPBD 2019.

“Enggak jadi, waktunya tidak memungkinkan. Ide awalnya rapat ini sebenarnya dari pada perdebatan segitiga antara Pemprov, DPRD dan tim transisi yang alot dan butuh beberapa kali pertemuan. Ini kenapa tidak dilakukan sekali untuk menyelesaikannya,” katanya, saat ditemui di Rujab Gubernur, Kamis (30/8).

Meski rakor di atas kapal sudah dibatalkan, hingga saat ini Pemprov, DPRD dan Tim Transisi masih terus melakukan rapat. Bahkan menurut Sumarsono, pertemuan ketiganya sudah dilakukan sampai 16 pertemuan.

“Perencanaan tetap di Bapeda, pembahasan tetap di DPRD, konsultasi bisa di mana saja tidak ada masalah. Cuma kalau bisa disatukan sebenarnya lebih bagus, sekarang kalau kita butuh si A, lagi dinas ke jakarta, butuh si b tidak ada di empat, butuh DPRD lagi sibuk,” ungkapnya.

Dirjen Otoda Kemendagri ini mengakui rakor di atas kapal lebih praktis dan efesien. Dibangdingkan dengan rapat di kota yang bisa sampai 16 kali pertemuan untuk menyelesaikan persoalan yang ada.

Seperti diketahui ide untuk menggelar rapat koordinasi di atas kapal milik PT Pelni diungkapkan oleh Sumarsono saat menerima Direktur Utama PT Pelni, Insan Purwarisya, bulan Juli lalu.

“Dulu di Jakarta saya pernah rapat di atas gerbong kereta api, kalau di Sulsel mungkin bisa di atas kapal dari Makassar ke Bali atau Surabaya. Bisa sampai 300 orang ikut,” kata Sumarsono. (rhm/bkm/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.