Enam Siswi Jadi Korban, Kepsek Cabul Divonis 9 Tahun


FAJAR.CO.ID, MALANG – Kasus pencabulan yang dilakukan oleh Kepala Sekolah salah satu SMPN di Kabupaten Malang Krisyanto Latif, menemui babak akhir. Sidang putusan kasus tersebut digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, Senin (3/9). Krisyanto divonis 9 tahun penjara.Ketua Majelis Hakim Aris Qurniawan memutuskan Krisyanto bersalah karena telah mencabuli enam siswinya. Selain hukuman kurungan 9 tahun, Kepsek cabul itu juga didenda Rp 4 miliar subsider 9 bulan penjara. Vonis itu lebih ringan daripada tuntutan jaksa, yakni 10 tahun penjara.Kristyanto terbukti melanggar Pasal 82 UU Perlindungan Anak. Selain itu, hakim juga menambah jeratan pasal pada terdakwa yaitu pasal 61 dan 62 KUHP. Hakim menyimpulkan, tindakan terdakwa¬† telah melakukan sesuatu perbuatan dengan menjanjikan sesuatu, adanya tipu muslihat dan dilakukan dengan sengaja. “Itu yang menambah keyakinan hakim bahwa terdakwa bersalah,” ujar kuasa hukum korban, Bakti Riza Hidayat kepada JawaPos.com.Keluarga para korban menerima vonis tersebut dengan perasaan lega. Sebaliknya, Kristyanto tidak banyak berekspresi. Dia lebih banyak menundukkan wajahnya. “Ibu korban apresiasi dengan keputusan hakim,” kata alumni Universitas Brawijaya itu.Seperti diberitakan JawaPos.com sebelumnya, Krisyanto terpaksa berurusan dengan hukum karena melakukan pencabulan terhadap enam siswanya, Februari lalu. Perbuatan itu dilakukan di dalam ruangannya yang tertutup rapat.Pelaku mencium, meraba, hingga memainkan (maaf) alat kelamin para korban. Guna memuluskan aksi bejatnya, dia sempat memberikan iming-iming berupa liburan ke Bali dan perlengkapan sekolah. Selain itu, Kristyanto mengaku juga bisa menransfer aura dan menyembuhkan penyakit. (tik/JPC)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar

Saksikan video berikut: