Harga Cabai Anjlok, Ini Penyebabnya…..

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — Semua jenis cabai mengalami penurunan harga yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir ini. Setelah cabai rawit, cabai merah pun harganya ‘tak terlalu pedas’. Satu kilogram, komoditas ini hanya Rp 9 ribu. Itupun merupakan harga tertinggi yang dijual pedagang di Pasar Grosir Sayur dan Buah Ngronggo, Kota Kediri.

Lathin Mustofa, salah satu pedagang cabai merah di Pasar Grosir Ngronggo, membenarkan hal itu. “Semua cabai mengalami penurunan harga sejak dua minggu belakangan ini,” tegas Lathin saat dijumpai Jawa Pos Radar Kediri.

Ia juga mengakui bila kondisi seperti itu merupakan hal yang jarang terjadi. Pasalnya, harga cabai rawit identik dengan kenaikan dan penurunan harga yang mudah berubah bahkan dalam hitungan jam. Tapi hal tersebut tidak terjadi dalam waktu dua minggu ini. Hingga kemarin (2/9) harga cabai merah justru cenderung terus mengalami penurunan. Penurunan harganya bisa Rp 1 ribu dalam sekali waktu.

“Sabtu masih Rp 10 ribu per kilogram, hari ini sudah Rp 9 ribu per kilogram,” imbuhnya.

Lathin menyebut soal tak seimbangnya suplai dan permintaan jadi salah satu penyebab. Saat ini pasokan komoditas pertanian jenis ini sangat melimpah. Masa panen raya cabai memang serentak dimulai sejak Agustus. Bahkan hingga awal September ini masih ada wilayah yang memanen cabai. Baik yang jenis cabai merah maupun cabai rawit.

Agus Wiyudho, pedagang yang lain, juga mengatakan hal serupa. “Seperti nggak ada harganya cabai merah ini,” keluhnya.

Laki-laki yang lebih akrab disapa Yudho ini menjelasakan bila memang saat ini cabai merah dan cabai rawit seiringan mengalami masa panen raya. Hasilnya juga bagus dan memuaskan. Sehingga bisa menambah jumlah pasokan cabai di pasaran. Namun fakta di lapangan tidak sesuai dengan prediksi petani maupun pedagang. Permintaan cabai merah mengalami penurunan. Tidak salah bila mereka harus mengambil langkah dengan menjual partai kecil seperti satu sampai dua kilogram agar tetap laku terjual. Penjualan dengan harga obral pun juga ditempuh pedagang di lokasi yang sama. Yaitu dengan menurunkan harga jual hingga Rp 5 ribu per kilogramnya.

“Karena cabai ini ndak bisa awet. Barang yang mudah busuk.  Jadi harus segera terjual,” ujarnya. Langkah lain yang mereka lakukan untuk meminimalisasi kerugian adalah dengan menjemur cabai merah hingga kering. Sehingga masih bisa memiliki harga jual sebelum membusuk.

Mengenai hal tersebut, Dian Ariyani, kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindagin) Kota  Kediri mengaku masih akan melakukan inspeksi mendadak terkait masalah cabai ini. Sidak itu akan dilakukan bersamaan dengan dinas terkait untuk mengetahui penyebab turunnya komiditas tersebut. “Karena kami tidak mungkin setiap hari  ke lapangan. Dan untuk sidak pun perlu perencanaan dan pembagian waktu,” akunya.

(rk/rq/die/JPR)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...