KPK Tetapkan 41 dari 45 Anggota DPRD Kota Malang Jadi Tersangka


FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Pandjaitan menegaskan, hingga saat ini lembaganya sudah menetapkan 41 nggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka.Penetapan tersangka ini berkaitan dengan kasus suap dalam memuluskan pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Pemerintah Kota Malang Tahun Anggaran 2015.”Sudah 41 jadi tersangka, sebelumnya pada tahap pertama KPK menetapkan 2 orang yakni Walkot dan Kepala dinas PUPR, disusul tahap kedua ada 19 Anggota DPRD Malang, jadi kini 22 orang Anggota DPRD  yang jadi tersangka,” ungkap Basaria dikantornya, Senin (3/8).Basaria juga menyebut jumlah Anggota DPRD Malang sendiri ada 45 orang namun baru 41 orang yang menjadi tersangka. Dia menjelaskan terhadap 4 orang lainnya, yang belum ditetapkan sebagai tersangka, karena memang belum ada kecukupan bukti.”Iya, ada 4 anggota DPRD belum jadi tersangka karena memang belum ada dua alat bukti, dan juga mereka lagi sakit,” ujarnya.Sebelumnya, KPK Kembali menetapkan 22 Anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka. Penetapan tersangka ini buntut dari pengembangan kasus suap memuluskan pembahasan APBD-P Pemerintah Kota Malang Tahun Anggaran 2015, yang melibatkan mantan Wali Kota Malang, Mochammad Anton.KPK Menduga, Anton memberi hadiah atau janji, terkait dengan pembahasan APBD-P Pemerintah Kota Malang Tahun Anggaran 2015.”Hadiah atau janji tersebut diberikan karena berhubungan dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajiban, dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatannya atau untuk menggerakkan agar tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya, kepada Anggota DPRD Kota Malang periode 2014 2019,” jelas Basaria.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar