Apresiasi Langka Pemkot Relokasi Pedagang Pasar Sentral, Ini Pesan DPRD Makassar

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Langkah pemerintah kota Makassar merelokasi lapak pedagang Pasar Sentral diapresiasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar. Perlunya relokasi lantaran sudah lama pedagang pasar tidak memiliki kejelasan status.

“Sangat mengapresiasi telah mengambil tindakan tegas di Makassar Mall. Karena pedagang sudah sangat lama terkatung-katung,”kata Ketua Komisi B DPRD Makassar, Yunus HJ, Rabu (5/9/18).

Walaupun telah direlokasi, dia meminta kepada Pemkot untuk tidak langsung lepas tangan pasca relokasi. Mengingat masih banyak pedagang menolak terhadap relokasi yang dilakukan. Selain itu, mayoritas pedagang tidak sepakat dengan harga lost yang ditawarkan oleh PT Melati Tunggal Inti Raya (MTIR) sebagai pihak pengembang.

Pihak pengembang memang memberikan keringanan kepada para pedagang sebelum direlokasi. Seperti fasilitas kiis gratis kepada pedagang lama selama enam bulan pertama. Yunus berharap, dalam kurung waktu 6 bulan itu sudah ada harga yang disepakati antara pihak pedagang, pengembang dan Pemkot Makassar.

“Saya juga tetap mendukung pedagang, harus berpatokan kepada harga yang telah disepakati. Jadi silahkan masuk ke dalam selama enam bulan, sambil berbicara tentang harga,” kata Ketua Hanura Makassar ini.

Ia menjelaskan, sejak awal memang pedagang mengeluhkan harga yang ditawarkan PT.MTIR. Yunus mengaku sudah beberapa kali menerima keluhan pedagang. Dimana, harga awal yang disepakati antara pedagang dan MTIR, kini diingkari oleh MTIR sendiri.

Kesepakatan awal sesuai pengakuan pedagang, yakni Rp42.158.000_ per meter, namun saat ini pihak MTIR menawarkan dengan berbagai varian harga, mulai Rp90 juta hingga Rp115 juta per meter. Harga itu disesuaikan dengan posisi lost.

“Olehnya dia tidak mau masuk didalam tanpa MTIR mengakui harga itu. Tapi Pemkot berinisiatif masuk saja dulu, dan MTIR telah memberikan gratis 6 bulan sambil membicarakan harga. Karena kasian juga kalau diluar. Hujan kebanjiran, panas kepanasan,” tandasnya.(sul)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...