Menkeu Sebut Rupiah Terpuruk Baik Bua APBN, PKS: Ngga Ada Ceritanya Itu

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Dolar Amerika Serikat (AS) Terus menguat terhadap rupiah beberap bulan terakhir ini. Kini, nilai tukar rupiah terhadap dolar sudah menyentuh angka Rp 14,965.00 per satu dolar AS pada, Kamis (6/9).

Melemahnya nilai tukar rupiah ini dipastikan bakal berimbas pada harga barang pokok di masyarakat. Anggota Komisi XI DPR-RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Refrizal mengatakan, di bangsa ini tak ada satu pun orang yang bahagia saat mata uangnya terpuruk seperti saat ini, hingga pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait melemahnya rupiah sangat baik buat APBN adalah hal yang keliru.

“Saya sayang kepada negara ini, nggak ada orang yang senang misalnya rupiahnya melemah, apalagi di mata uang kita sekarang tertulis NKRI. tidak ada yang suka atau terpeleset, kata Menteri Keuangan kalau semakin lemah rupiah, semakin baik buat APBN, ga ada ceritanya itu. Artinya ini tidak benar,” kata Refrizal dalam diskusi publik di DPR-RI, Kamis (6/9).

Dikatakan politisi asal Sumatera Barat itu, negara akan bahagia bila mata uangnya terus menguat di luar negeri, bukan malah bagus untuk APBN. Olehnya itu, dirinya menyarankan agar semua pihak berkontribusi melawan penekanan dolar terhadap mata uang rupiah.

“Yang benar itu adalah di dunia ini mata uang negaranya kuat itu yang benar, pasti itu, artinya kalau mata uang kita kuat, diluar negeri itu berasa dan gengsi kita sebagai bangsa Indonesia berasa, kita pergi kemana, berasa nilai uang kita,” ujarnya.

Lanjut Refrizal, saat ini rupiah makin mendekati Rp 15.000 per satu dolar. Olehnya itu, masukan-masukan yang disampaikan oleh Komisi XI DPR-RI harus dipraktekan oleh Pemerintah, termasuk di dalamnya adalah pemanfaatan infrastruktur yang sudah ada, karena beberapa i frastruktur yang dibangun tak digunakan saat ini.

“Kalau sekarang kan tidak berharga, Rp15. 000 dibanding satu, coba bayangkan. Ini yang saya kira memang sudah, solusi-solusi ini harus diperaktekan oleh Pemerintah, jangan sampai nanti kebijakan tinggal kebijakan,” ucapnya.

“Ini menjadi pembelajaran bagi kita semua, kita memberikan apresiasi kepada Pemerintah menyikapi itu, maka obat yang paling mujarab untuk memperkuat rupiah ini adalah datangi Dolar kesini, itu kata kuncinya. Bagaimana caranya, terserah Pemerintah bagaimana cara mendatangi dolar ke sini,” tutupnya. (Aiy/Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...