Nenek di Gowa Tewas Ditikam Cucunya, Ibu Pelaku Juga Kritis

  • Bagikan
FAJAR.CO.ID, GOWA -- Seorang pemuda bernama Nawir (25) kabur entah kemana dan kini dalam pencarian personil Kepolisian. Nawir kabur usai menikam nenek dan ibunya. Peristiwa nahas ini terjadi di kampung Bulo-bulo, Dusun Lemoa, Desa Bontolempangan, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, Jumat (7/9/2018) pukul 16.00 Wita. Dari ulah Nawir, neneknya bernama Dg Cami (70) tewas di tempat. Sementara ibunya bernama Johrah (49) kini mengalami kritis dan sedang menjalani tindakan di RSU Syekh Yusuf setelah dirujuk dari Puskesmas Bontolempangan. Kasus ini telah ditangani Polsek Bontolempangan Kasubag Humas polres gowa, AKP Mangatas Tambunan kepada media membenarkan kejafian tersebut. Dikatakannya kasus ini telah ditangani jajaran Polsek Bobtolempangan dan masih didalami apa motif dari ulah nekat Nawir menghabisi ibu dan neneknya. “Dari data yang kami peroleh di TKP, pelaku Nawir masih ada hubungan keluarga dengan kedua korban dimana status Johrah dan Dg Cami adalah ibu dan nenek tiri pelaku. Sampai kini pelaku masih dalam pencarian setelah melarikan diri usai menikam,” jelas AKP Mangatas Tambunan, Sabtu (8/9/2018) siang. Dikatakan AKP Mangatas Tambunan, diketahui jika pelaku Nawir ternyata memiliki kelainan jiwa. Menurut keluarganya, Nawir sudah tiga kali melarikan diri dari RSJ Dadi Makassar. “Iya sementara dalam penanganan Polsek Bungaya dan Pospol Bontolempangan. Ibu Johrah kini kembali dirujuk ke RSU Ibnusina Makassar,” jelas Kasubag Humas. Terkait gangguan jiwa yang dialami pelaku dibenarkan ayah pelaku, Sangkala. “Pelaku mengalami gangguan jiwa dan pernah dirawat di rumah sakit jiwa Dadi Makassar sebanyak dua kali berdasarkan surat keterangan dokter RSJ Dadi Makassar,” akunya. (saribulan)
  • Bagikan