#2019GantiPresiden Kerap Dapat Persekusi, Komnas HAM Siap Tunggu Aduan

Senin, 10 September 2018 - 18:47 WIB

FAJAR.CO.ID, Jakarta-  Deklarasi #2019gantipresiden, memang selama ini sering diperdebatkan. Bahkan jadi isu terhangat ketika sejumlah aktivis deklarasi ini dipersekusi oleh segelintir orang. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, mengendus aroma pelanggaran HAM dari sejumlah persekusi yang terjadi.

Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik mengatakan, Komnas HAM akan senantiasa menunggu laporan berupa pengaduan, maka lembaganya bakal siap menangani.

“Ya itu lah (ada dugaan pelanggaran HAM). Tapi, kami berharap kalau ini diteruskan dengan pengaduan kami akan kirim tim. Kami akan monitoring. Kami akan kaji sehingga rekomendasinya lebih persis,” ujar Taufan di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (7/9) lalu.

Dia mengatakan, ketika ada laporan dari pihak yang merasa HAMnya dibatasi, maka Komnas HAM akan langsung mengirim tim untuk menyelidiki ini. Jika ditemukan pelanggaran, maka akan dikeluarkan rekomendasi kepada aparat penegak

“Sebenarnya kami sudah menunggu. Sekarang ini beberapa pihak yang merasa haknya dikurangilah, ya sudah datang kemari buat pengaduan. Kalau dia tidak buat pengaduan kemari, ya kami nggak bisa monitoring,” tegas Taufan.

Lebih jauh Taufan menegaskan, hak mengekspresikan pendapat setiap orang tidak bisa dibatasi dengan semena-mena. Selama masih dalam koridor hukum, segaja jenis aspirasi boleh disuarakan.

“Secara normatif kami mengatakan setiap orang memiliki hak untuk mengekspresikan dan tidak bisa dibatasi sembarangan, sewenang-wenang, apalagi pihak yang membatasi itu bukan penegak hukum,” pungkasnya.

(sat/JPC/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.