Cerita Dibalik Pria Gangguan Jiwa Pembunuh Neneknya, Sering Berulah Aneh Hingga Sadis – FAJAR –
Kriminal

Cerita Dibalik Pria Gangguan Jiwa Pembunuh Neneknya, Sering Berulah Aneh Hingga Sadis

FAJAR.CO.ID, GOWA — Aksi pembunuhan sadis yang dilakukan Munawir (25), pria yang diketahui mengalami gangguan jiwa terhadap neneknya Dg Cami bin Laupa menyisakan duka mendalam bagi sang ayah, Sangkala. Insiden tragis yang terjadi di Dusun Bulo-bulo, Desa Lemoa, Kecamatan Bontolempangang pada Jumat (7/9/2018) lalu itu tak disangka-sangka olehnya.

Pasalnya selain kehilangan ibunya yang juga nenek Nawir, Sangkala juga dirundung kesedihan akibat istrinya yakni Johrah Dg Sipa (49) masih dalam kondisi luka berat akibat tebasan parang Nawir anaknya yang tiba-tiba mengamuk memarangi nenek tiri dan ibu tirinya tersebut.

Namun dibalik kesedihan Sangkala ada setitik kelegaan karena anaknya yang menderita gangguan jiwa kini sedang dalam pengamanan petugas Polres Gowa setelah tiga hari dua malam dicari dan telah ditemukan duduk merenung di atas batu besar dekat sungai di Desa Datara, Kecamatan Tompobulu, pada Minggu (9/9/2018) siang.

Kini Nawir telah berada dalam jeruji besi tahanan Polres Gowa untuk menjalani proses hukum. Meski sudah dua kali kabur dari RSJ Dadi Makassar, namun secara hukum atas perbuatannya menghilangkan nyawa orang lain, Nawir tetap diperhadapkan pada ancaman Pasal 351 ayat (3) dan (4) KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara dan atau Pasal 354 ayat (1) dan (2) KUHP dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. Dalam proses penangannya juga, Nawir akan dibawa penyidik Polres Gowa ke Polda untuk dilakukan uji kejiwaan.

Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga dihadapan para media saat melakukan press conferens kasus Nawir ini menyebutkan jika tersangka akan tetap menjalani proses hukum sebagaimana tindak kejahatan yang dilakukannya.

Aksi yang dilakukan tersangka Nawir adalah kategori penganiayaan berat terhadap dua korban salah satunya tewas dengan menggunakan parang. Modus dari ulah Nawir ini belum disimpulkan yang jelas menurut data penyidikan kepolisian, tersangka melakukan karena gangguan kejiwaan.

“Jadi ibu tirinya ini sedang santai mencari kutu nenek tiri tersangka dan tiba-tiba ulah diluar kontrol Nawir terjadi. Diduga penyakit jiwa pelaku kambuh. Kemudian usai memarangi nenek dan ibunya pelaku kemudian kabur dan ditemukan di Desa Datara Tompobulu,” jelas kapolres.

Setelah kejadian itu, Tim Anti Bandit Polres Gowa bersama personil Polsek Bungaya dibantu warga melakukan pencarian terhadap pelaku hingga dua hari namun tidak membuahkan hasil. Dan pada hari ketiga, pelaku baru terlihat oleh sejumlah warga yanga gotong royong membangun jalan desa di kampung Tobtoa, Desa Datara.

Singkatnya, warga menghampiri dan menangkap pelaku serta mengikat kedua tangannya kemudian dibawa ke rumah Kades Datara Askar Anwar. Kemudian Kapolsek Bungaya dan Kanit Reskrim Bungaya Aipda Amiruddin bersama anggota kemudian menjemput pelaku di rumah Kades Datara lalu diserahkan ke Polres Gowa pada Minggu sekira pukul 21.00 Wita.

Meski masyarakat tetangga korban mengaku bahwa Nawir memang berpenyakit jiwa namun perbuatannya kerap menimbulkan pertanyaan.

Salah satu contoh adalah parang yang telah dipakainya menebas ibu dan neneknya lalu disembunyikan di bawah tempat tidurnya lalu kabur. Kemudian pelaku pernah membunuh ayam, kucing, kadal lalu dimakan mentah-mentah utuh per ekor. Lebih ironis lagi seperti pengakuan ayahnya Sangkala bahwa pelaku telah menggali dua lubang kuburan dibelakang rumahnya.Bahkan informasi lainnya dari masyarakat di kampungnya mengatakan bahwa pelaku sering tidur di atas pohon kelapa selama tiga hari dan dua bulan terakhir pelaku mengurung diri dikamar dan tidak mau berkomunikasi. (saribulan/bkm/fajar)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!