Kasus PLTMH Lutim Bak Drama, ACC: Kejati Sulsel Takkan Sanggup, Biar KPK Saja

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Kasus dugaan korupsi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Kabupaten Luwu Timur yang sebelumnya, secara diam-diam penyelidikan kasus tersebut ditutup oleh Kejati Sulselbar.Setelah delapan tahun penantian kasus proyek PLTMH Lutim ditangani Kejati Sulselbar, namun secara mengejutkan kasus tersebut ditutup. Alasannya tidak lain, penanganan kasus dugaan korupsi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Kabupaten Luwu Timur, Sulsel telah dihentikan atau disetop.“Dari hasil pemeriksaan ahli dari PLN Wilayah dalam hal ini Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI) kegiatan berjalan sesuai dengan spesifikasi yang diadakan sehingga penyelidikan kita setop,” kata Salahuddin via Whatsapp, Senin 27 Agustus 2018.Diketahui, proyek yang menelan anggaran negara sebesar Rp 29 miliar itu disinyalir bermasalah. Dimana dari total 9 titik lokasi pembangunan proyek, hanya 2 titik yang berfungsi. Sisanya hingga saat ini tak bisa difungsikan.Penyelidikan kasus PLTMH Lutim ditangani oleh Kejari Luwu Timur sejak 2010 dan hingga sekarang belum menemui titik jelas. Kemudian lanjut diambil alih penanganan oleh Bidang Pidana Khusus Kejati Sulselbar dan juga bernasib sama. Dimana hingga saat ini juga belum ada kejelasan kapan kasus ini ditingkatkan ke tahap penyidikan.Proyek PLTMH Lutim tersebar di 9 Kecamatan dan menggunakan dana sharing APBN dan APBD Lutim sendiri. Khusus yang dibiayai APBN yakni PLTMH yang terdapat di Kecamatan Bantilang dan di Kecamatan Mahalona.

  • Bagikan