Mengejutkan, Ini Pengakuan Bocah SD di Makassar yang Terlibat Narkoba – FAJAR –
Kriminal

Mengejutkan, Ini Pengakuan Bocah SD di Makassar yang Terlibat Narkoba

Kantor P2TP2A Makassar, Jalan Anggrek Raya, kecamatan Panakkukang, Makassar. (Syahrul Ramadan/JPC)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – RE, 13 Bocah SD yang terlibat kasus narkoba, membongkar sebagian dari aktivitasnya saat mengedarkan narkona jenis sabu-sabu.Tak hanya itu, ia juga membeberkan bagaimana transaksi barang haram itu terjadi.

Ia menjelaskan, aktivitas peredaran narkoba kerap terjadi di sekitar rumahnya, Jalan Panampu, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Bocah kelas V SD itu mengaku, awal mula ia dan rekannya, pelajar SMP kelas II, AR, 15, mendapatkan barang haram itu adalah di awal Agustus 2018 lalu. “Saya panggil itu temanku, saya pergi beli nasi kuning pagi-pagi. Pas saya lewat lagi di depan sumur besar yang dikasih menjadi posyandu, disitu saya dapat jatuh,” jelas RE saat memberikan keterangan langsungnya kepada JawaPos.com, di Makassar, Senin (10/9).

Saat ditemukan, sabu tersebut tercecer tepat di halaman posyandu. Tanpa tahu siapa pemiliknya, barang itu kemudian diambil oleh RE. Keduanya, kemudian berinisiatif untuk menjual barang itu kepada seseorang.

Oleh RE, AR ditugaskan untuk menjual barang itu seharga Rp 200 ribu. Dengan perjanjian apabila barang haram itu laku, hasilnya akan dibagi dua. “Kalau laku saya mau pakai untuk belanja-belanja makanan,” terangnya.

Sayangnya, saat akan menjual sabu tersebut, AR tertangkap oleh pihak Polsek Tallo. AR ditangkap di Jalan Pannampu, Senin (6/8) lalu. Mendengar AR tertangkap, RE kemudian ketakutan dan bersembunyi di rumah neneknya, di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Tallo.

“Saya tahu sama orang kalau ditangkap itu teman gara didapat bawa sabu. Saya takut masuk penjara makanya saya langsung sembunyi dulu di rumahnya nenek. Tidak ada yang tahu juga kalau saya di sana (rumah nenek),” terangnya.

Beberapa hari setelahnya, setelah penyidik melakukan pengembangan pasca tertangkapnya AR, rumah orang tua RE acap kali disambangi. Polisi meminta kepada kedua orang tua RE agar anaknya segera menyerahkan diri. Tiga pekan setelah itu, tepatnya, Jumat lalu, RE dibawa oleh orang tuanya ke Polsek Tallo.

RE menuturkan, lokasi tempatnya menemukan sabu-sabu, adalah pusatnya transaksi jual beli narkoba di kawasan Jalan Pannampu, tepatnya, di Lorong Gotong-gotong. Secara terang-terangan, lokasi itu digunakan oleh orang tak dikenal untuk menjual dan membeli narkoba.

“Biasa langsung, kalau orang mau beli. Orang dari luar ada datang, pasti singgah disitu, baru dibawakan sama orang lain. Biasa juga kalau ada mau ditangkap, baru lari itu. barangnya pasti dibuang disekitar situ,” ungkapnya.

RE mengaku, kerap melihat orang-orang tertentu dengan kendaraan bermotor membeli sabu-sabu di kawasan tersebut. Namun, karena alasan keamanan, saat itu ia memilih untuk tak begitu menggubrisnya.

Sejauh ini, RE dan rekannya AR, masih dititipkan di rumah P2TP2A untuk proses bimbingan sikologis dan mental.

Ketua Tim Reaksi Cepat (TRC) P2TP2A Makassar, Makmur mengungkapkan, sementara ini masih mengupayakan keduanya menjalani proses bimbingan hingga waktu yang belum ditentukan.

“Karena pas pertama diserahkan ke kami dari rekan polisi, anak ini khususnya RE ini mengamuk-mengamuk. Dia takut, dia tertekan karena jangan sampai dia dipenjara dan tidak bisa lanjutkan lagi sekolahnya,” tambah Makmur.

Namun, setelah diberikan penjelasan lebih mendalam, RE akhirnya beradaptasi dengan lingkungan P2TP2A. Makmur mengaku, masih akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk penanganan kedua pelajar ini.

“Yang jelas, sementara kita amankan dulu disini dan kita perbaiki dulu semua sikologisnya. Karena mereka ini masih seperti tertekan. Selanjutnya akan kami koordinasikan lagi bagaimana tindaklanjutnya,” pungkasnya.

(rul/JPC)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!