Farhat Abbas: Tukang Fitnah Jokowi Harus Kita Hajar dan Beri Pelajaran – FAJAR –
Ragam

Farhat Abbas: Tukang Fitnah Jokowi Harus Kita Hajar dan Beri Pelajaran

FAJAR.CO.ID, – Farhat Abbas mengklarifikasi pernyataannya yang menyebutkan ‘yang tak pilih Jokowi akan masuk neraka.’

Farhat mengatakan, pernyataan tersebut merupakan pantun yang seharusnya dibalas pantun. Farhat juga menerangkan, jika pernyataan tersebut jangan disalah tafsirkan. Ia mengaku mengeluarkan pernyataan tersebut keran merasa pihaknya mendapat bully-an dan fitnah dari lawan Jokowi.

“Indonesia ke depan yang masuk surga, jadi toling jangan disalah tafsirkan atau arti, bukan berarti yang tidak pilih jokowi masuk neraka, tidak sepeti itu, tapi kita dalam posisi yang selalu dibully dihina difitna, oleh karena itu untuk menghadapi mereka, seribu tim kampanye nasional hanya dengan sopan santun menghadapi lawan-lawan tukang fitnah, maka kita akan hancur dan tenggelam.” Kata Farhat dalam videonya yang diunggah melalui akun Instagram miliknya.

Dia melanjutkan, untuk orang-orang yang suka menebar fitnah, bully terhadap Jokowi, harus diberikan pelajaran.

“Orang-orang kaya mereka harus kita hajar, kita kejar, kita beri pelajaran, kemudian, ya ini, tim sukses saya juga jangan menyedutkan saya, karena saya bukan orang sembarangan yang sembarang mengeluarkan kata,” ujar Farhat.

 

View this post on Instagram

 

Klarifikasi 2 #surgawijokowi

A post shared by Farhatabbastv (@farhatabbastv226) on

BACA JUGA: Klaim Pilih Jokowi Bakal Masuk Surga, Ditegur PKB, Farhat Abbas Minta Maaf

Sebelumnya, Farhat Abbas mengatakan siapa yang memilih Jokowi bakal masuk surga dan tidak memilih Jokowi akan masuk neraka.

“Yang Pilih Pak Jokowi Masuk Surga! Yang Gak Pilih Pak Jokowi dan Yang Menghina, Fitnah & Nyinyirin Pak Jokowi, Bakal Masuk Neraka ! ( jubir-Indonesia),” tulis farhat lewat akun Instagramnya.

Wakasekjen PKB Abdul Kadir Karding mengatakan, pernyataan farhat bisa merugikan Farhat sendiri dan Partai, juga bisa merugikan Jokowi.

“Ya saya bilang begini, jangan membuat statment yang bisa ditafsiri orang maupun dipahami orang itu menghina, membuli kelompok lain. Itu tidak baik, Itu bisa merugikan Pak Farhat sendiri, merugikan partai, merugikan paslon,” kata Karding dilansir detik. (dal)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!