X
    Categories: Daerah

Humm! Sebanyak 2.910 Keping e-KTP Ditemukan di Semak Belukar

FAJAR.CO.ID, – Warga Desa Cikande, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang dikejutkan dengan penemuan 2.910 keping KTP Elektronik (KTP-el) di semak belukar di Kampung Tarikolot RT 03/RW 02, Senin (10/9).

Mendengar laporan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Serang, Asep Saepudin Mustafa bersama Sekretarisnya, Jajang KH langsung menuju ke Koramil Cikande tempat KTP-el tersebut diamankan.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Asep, barang-barang tersebut ditemukan warga di tempat pembuangan sampah dan semak belukar, kemudian diamankan dan diserahkan ke Koramil Cikande. Dari hasil pendataan, total sebanyak 2.910 keping KTP dan 9 kartu keluarga (KK). Sebanyak 2.910 keping tersebut terdiri diantaranya 513 KTP manual (KTP lama bukan KTP-el), dan 111 KTP-el rusak secara fisik.

“Kami melakukan uji data dengan alat pembaca (reader) terhadap 4 KTP-el dan 9 kartu keluarga. Semua sudah tidak berlaku (tidak aktif) atau KTP-el dan KK yang tidak digunakan karena telah dilakukan pergantian akibat perubahan data penduduk yang bersangkutan,” kata Asep melalui rilis yang dishare oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, Selasa (11/9).

Asep mencontohkan, seperti KTP atas nama Asan yang melakukan pergantian fisik KTP-el karena mengubah jenis pekerjaan dari wiraswasta menjadi kepala desa. Atas nama Suharyati, melakukan pergantian fisik KTP-el karena mengubah status perkawinan. Kemudian untuk KK, misalnya atas nama Basar, kepala keluarga, melakukan pergantian karena pembaharuan KK dari tanda tangan camat menjadi tanda tangan kepala Disdukcapil Kabupaten Serang sesuai amanat undang-undang.

“Kami akan uji semua KTP-el untuk memastikan sebagai produk yang sudah tidak terpakai dari proses pergantian,” tambahnya.

Asep juga memastikan bahwa semua barang yang ditemukan adalah produk Disdukcapil Kabupaten Serang. Akan  tetapi kemungkinan dokumen-dokumen kependudukan tersebut sudah tidak berlaku karena sudah ada pergantian  dengan produk baru untuk penduduk yang bersangkutan.

“Setelah pengecekan data, kami melakukan klarifikasi ke pihak pemerintah Kecamatan Cikande untuk mendapatkan penjelasan penyebab barang-barang tersebut tercecer dan ditemukan warga hingga diamankan pihak Koramil Cikande,” ujarnya.

Saat ini, pihak pemerintah Kecamatan Cikande tengah merapihkan ruangan atau gudang yang akan digunakan sebagai tempat penyimpanan barang yang tidak terpakai.

Namun, akibat ketidakpahaman, kemudian dokumen kependudukan tersebut dibuang oleh oknum staf kecamatan ke tempat pembuangan sampah secara sembarangan. Asep menegaskan, selama memimpin Disdukcapil Kabupaten Serang sejak 2015 lalu, setiap fisik KTP-el dan KK yang salah cetak serta yang sudah tidak terpakai karena ada pergantian data kependudukan warga, kami kirim ke Kemendagri.

“Namun sejak 2017, Kemendagri tidak menerima karena gudangnya penuh dari pengiriman se-Indonesia. Fisik KTP-el atau KK yang sudah tidak terpakai kemudian disimpan di gudang Disdukcapil dan kantor kecamatan,” ungkapnya.

Asep mengatakan, agar kejadian tersebut tidak terulang, pihaknya akan melakukan rapat bersama pemerintah kecamatan, Rabu (12/9). Dalam rapat tersebut, pihaknya akan menginstruksikan untuk menarik semua fisik KTP-el dan KK yang sudah tidak berfungsi atau tidak terpakai ke kantor Disdukcapil Kabupaten Serang.

Pihaknya juga berterima kasih kepada Dandim Serang dan Kapolres Serang yang turut mengamankan barang-barang tersebut dan telah diserahkan kembali kepada pemerintah Kabupaten Serang.

“Alhamdulillah barang-barang tersebut berada di pihak yang sangat bertanggungjawab,” tutupnya.

Sementara itu, Mendagri, Tjahjo Kumolo yang dikonfirmasi membenarkan penemuan ribuan KTP-el tersebut. Ia pun langsung meminta kepada pemerintah Kabupaten Serang untuk segera mengambil tindakan agar KTP-el yang sudah tidak berlaku atau rusak tidak disalah gunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

“Infonya begitu dan diminta yang KTP lama dan yang rusak dipotong setelah didata,” kata Tjahjo, Selasa (11/9).

Tjahjo pun sangat menyayangkan tindakan aparatur di Kabupaten Serang yang membuang KTP-el di semak belukar. Padahal Ia sudah menginstruksikan kepada seluruh pemerintah dalam hal ini Kepala Disdukcapil diseluruh Indonesia agar KTP-el dan KK yang sudah tidak berlaku maupun rusak untuk dikirim ke  Ditjen Dukcapil Kemendagri untuk disimpan di gudang penyimpanan KTP di Semplak, Bogor.

“Padahal instruksi ya sudah mengingatkan selalu. Karena Dukcapil pusat setiap saat telpon semua daerah untuk monitor perekaman report harian, mingguan, kendala apa dan lain-lain,” pungkasnya. (HRM/FIN)

Nk Edal :